Bianglala Semu dipapah Ilusi
Bagaikan indahnya bianglala
Yang mengelantung di jari-jari langit
Tiada rapuh ....
ditimpa bayu
Tiada oleng ....
diempasnya badai
Begitulah bianglala semu merajai
//
Laksana seberkas sinar mentari
Yang menyapa temaramnya pagi
Tiada jemu....
terpaku bumi
Tiada lesu ....
raga memeras diri
Serupa itu hasratnya obsesi
//
Bianglala semu dipapah ilusi
Selaksa daun kering berguguran
Luruh, menggelisah bertebaran di tanah
Tak tersapukan oleh kepercayaan
Yang tiada sirna didustai fartamorgana
//
Ilusi,..
Membual hayat tiada manfaat
Membuai batih dilipur larat
Jawatan bertekuk lutut
Sukma bersungut
Pulang takut
Bersebabkan,
Bianglala semu dipapah Ilusi
Bersegera luruskan nafsi
Dikala siklus mulai redup menepi
----------------------------
Tagur_ 17
Tantangan menulis hari_107
Gurusianer menulis hari_325
#Puisi Ke_147
Salam literasi digital, **(censored)**
Gurusianer
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan