Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Bianglala Semu dipapah Ilusi

Bagaikan indahnya bianglala

Yang mengelantung di jari-jari langit

Tiada rapuh ....

ditimpa bayu

Tiada oleng ....

diempasnya badai

Begitulah bianglala semu merajai

//

Laksana seberkas sinar  mentari

Yang  menyapa  temaramnya pagi

Tiada jemu....

terpaku  bumi

Tiada lesu ....

raga memeras diri

Serupa itu hasratnya  obsesi

//

Bianglala semu dipapah ilusi

Selaksa  daun kering  berguguran

Luruh, menggelisah  bertebaran di  tanah

Tak tersapukan oleh kepercayaan

Yang tiada sirna  didustai fartamorgana

//

Ilusi,..

Membual hayat tiada manfaat

Membuai  batih dilipur larat

Jawatan  bertekuk lutut

Sukma  bersungut

Pulang takut

Bersebabkan,

Bianglala semu dipapah Ilusi

Bersegera luruskan nafsi

Dikala siklus mulai redup menepi

----------------------------

Tagur_ 17

Tantangan menulis hari_107

Gurusianer menulis hari_325

#Puisi Ke_147

Salam literasi digital, **(censored)**

Gurusianer

 

 

 

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post