Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Prinsip Sekolah sebagai Wawasan Wiyata Mandala

Saat kita berbicara tentang masalah wawasan wiyata mandala. Kita pasti akan ingat dengan sekolah di mana kita berjibaku tiap hari dengan ilmu. Bisa saja seorang peserta didik dengan lingkungan sekolahnya, atau tenaga pendidik di mana tempatnya mengajar. Pada dasarnya seorang pelaku pendidikan akan justru menyimpulkan bahwa wawasan wiyata mandala adalah lingkungan pendidikan di mana tempat mereka berkecipung dengan ilmu tiap harinya.

Namun kita tidak menyadari, bahwa lingkungan sekolah yang kita hargai dan perlu kita tingkatkan mutunya sangat mengharapkan rasa tanggungjawab kita dalam kemajuaannya, berprestasi dan memberikan ruang lingkup belajar yang menyenangkan. Tidak bersaing kompetensi yang nantinya bisa menimbulkan kerusakan, perpecahan, dan perselisihan di antara warga sekolah, sehingga menjadikan suasana sekolah tidak kondusif. Namun, sebaliknya sekolah sebaiknya mengacu pada prinsip wawasan wiyata mandala itu sendiri. Salah satunya adalah mencegah masuknya faham sikap dan perbuatan yang secara sadar ataupun tidak, dapat menimbulkan pertentangan antara sesama karena suatu perbedaan misalnya suku, agama, asal/usul/keturunan, tingkat sosial ekonomi serta perbedaan paham politik, atau ajang promosi dll.

Untuk mengatasi hal tersebut, wawasan wiyata mandala berupaya agar ketahanan sekolah bisa tertata dengan baik, melalui cara ;

1). Sekolah lebih menitikberatkan pada upaya-upaya yang bersifat preventif

2).Perlunya sekolah melakukan penataan wiyata mandala melalui langkah-langkah, sebagai berikut ;

a) Meningkatkan koordinasi dan konsolidasi sesama warga sekolah untuk dapat mencegah sedini mungkin adanya kegiatan dan tindakan yang dapat mengganggu proses belajar mengajar.

b) Melaksanakan tata tertib sekolah secara konsisten dan berkelanjutan.

c) Melakukan koordinasi dengan Komite sekolah dan pihak keamanan setempat untuk terselenggaranya ketahanan sekolah.

d) Mengadakan penyuluhan bagi orangtua dan siswa yang bermasalah

e) Mengadakan penyuluhan dan pembinanan kesadaran hukum bagi siswa.

f) Pembinaan dan pengembangan keimanan, ketaqwaan, etika bermoral Pancasila, kepribadian sopan santun dan berdisiplin

g) Pengembangan logika para siswa, rajin belajar, gairah menulis, gemar membaca/ informasi/penemuan para ahli

h) Mengikutsertakan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan diri.

i) Mengadakan karya wisata dalam rangka pengembangan iptek.

Demikian ulasan dari penulis tentang upaya sekolah dalam mempertahankan ketahanan sekolah, agar terhindar dari gangguan yang sifatnya non_konstruktif sehingga sekolah hidup dan berkembang sesuai dengan yang diharapkan dari tujuan nasional pendidikan itu sendiri. Wassalam ....

--------------------------------------------------------

Tantangan menulis hari Ke_ 14

Tantangan menulis hari _105

Gurusianer menulis hari Ke_322

Salam literasi, **(censored)**

Gurusianer berbagi inspirasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post