Gelora Cinta Nalia di Bulan Agustus ( 7 )
Waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 WIB sore. Paman Toni beserta Nalia sudah bercucuran peluh. Ibu Nalia lagi memasak di dapur. Sementara itu Rino sudah terjaga dari tidurnya. Rino menghampiri Paman dan Kakaknya Nalia. Lalu Ia pun menyapa Nalia.
" Kak, Nalia asyik...bendera kita sudah berdiri ya Kak?" Sapa Rino dengan girangnya.
" Ia Dek. Mari kita hormat berdera! " Ajak Nalia pada Rino. Naluri kebangsaan Nalia tumbuh. Nalia ingat saat di sekolah. Nalia jadi pembawa penggerek bendera . Tapi saat ini pandemi, hanya bisa di rumah untuk merayakan tujuh belasan.
" Ayo Kak, hitung_hitung latihan untuk hari tujuh belasan besok," Cakap Rino dengan cerdasnya. Nalia dan Rino pun berdiri dekat bendera tersebut. Nalia menyiapkan barisannya. Paman Toni tertawa_ tawa melihat sikap Kakak beradik tersebut. Sementara Kakak beradik asyik dengan idenya, Paman Toni sibuk menyelesaikan pagar untuk taman bunga yang ada depan rumah. Paman Toni termasuk rajin bekerja. Hingga pagar sampai selesai dikerjakan.
*****
Sang mentari merayap masuk ke peraduannya, senja melukiskan jingga temaram. Sehingga membuat pesona keindahan sang saka merah putih berkibar di langit yang kelam, di tempat pe mukiman Nalia tinggal. Seperti biasa usai salat maqrib Nalia tak lupa mengalunkan Asma_Nya agar mengangkasa ke langit tujuh menjumpai sang khalik menyampaikan pesan rindunya pada Bapak yang sudah tiada. Mengaji adalah hal yang rutin dilakukan Nalia sebagai pengobat hati di senja kala. Di tengah larut malam selesai memohon hidayah_Nya agar memperoleh ijabah_Nya, agar kehidupan yang dilalui sang Ibunda tercinta tetap tabah demikian juga Nalia serta adiknya yang ditinggalkan oleh sang Bapak. Sebelum tidur Nalia buka gawai sejenak. Nalia lihat di beranda FB bertebaran kalimat ucapan selamat Hari Merdeka. Sepuluh menit kemudian Nalia akhirnya jadi tertidur.
******
Keesokkan harinya. Seperti biasa sebelum subuh Nalia sudah terbangun duluan. Ketika pintu Nalia buka. Mentari sudah menyambut dengan senyum ceria. Takkan ada mendung dan tetesan hujan jatuh membasahi bumi ungkap batin Nalia. Hari ini Nalia optimis bahwa upacara pelaksanaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Ke_ 76 Republik Indonesia di lapangan manapun, akan berjalan dengan lancar. Hari ini adalah hari kemenangan bagi segenap bangsa Indonesia. Nalia lalu memutarkan badan menuju ke dalam rumah. Membuka canel televisi untuk menyaksikan Perayaan Upacara Pengibaran Sang Saka Merah Putih dimanapun berada. Detik... detik sirene sedang berlangsung . Tetiba Rino terbangun mendengar suara bunyi dentuman meriam demikian juga sang Ibu. Ketiga anak_beranak tersebut menyaksikan upacara bendera dengan khidmat. Usai pembacaan teks Proklamasi Nalia bersorak lantang...
" Merdekaaa... Merdeka... Merdekaaa..! " Sorak Nalia terdengar hingga keluar rumah. Disambut girang oleh orang_ orang sekitar yang mau lewat.
" Merdekaaa...Merdekaaa Naliaa..! " Teriak mereka sambil mengepal tangan.
" Merdekaaa Pak... Merdeka Bu..!!!!
( Tamat )
------------------------------------------
Tagur_ 55
Tantangan guru menulis hari _ 147
Gurusianer menulis hari _ 355
#Cernak Ke _07
Salam literasi digital, 17 Agustus 2021
" SELAMAT HUT KEMERDEKAAN KE_ 76 R I
Sekali Merdeka tetap Merdeka. !!
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan