Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Gelora Cinta Nalia di Bulan Agustus (5)

 

Sesampainya  di kedai Pak Madin.  Nalia langsung memesan gula yang dipinta oleh Ibunya. 

" Pak, beli gula pasirnya satu kilo, " Ucap Nalia dan memberikan uang lima puluh ribu kepada Pak Madin. 

" Oh ya, Nak... Tadi kalau Bapak tidak salah lihat . Nak Lia sudah lewat dari sini, memangnya tadi kemana, Nak? "  Tanya Pak Madin sembari mengembalikan uang kembalian Nalia.  Mendengar pertanyaan  Pak Madin  Nalia bingung untuk menjawabnya. Lalu dengan gagap Nalia menjawabnya sambil tersenyum sumringah. 

" Hehe... Ia Pak,  tadi memang lewat sini hampir tertabrak motor saya, Pak! " Celoteh Nalia dengan polosnya. 

" Loh,  kok bisa begitu, Nak?" Kembali Pak Madin bertanya.

" Melamunkan bendera yang banyak itu Pak, " Jawab Nalia ketus sambil tangannya menunjuk ke arah bendera yang dimaksud. Pak Madin langsung tertawa. Sementara Nalia sudah pergi meninggalkan kedai Pak Madin. Pak Madin jadinya  geleng_geleng kepala.

*****

Hanya dalam seperempat jam,  Nalia pun sudah sampai kembali di rumah.  Darahnya jadi tersirap, karena di depan rumah,  Nalia  melihat ada motor Pamannya sudah terparkir di teras. Nalia buru_buru ingin segera sampai di dalam. Nafasnya naik_ turun. Raut wajahnya berhias  kekecewaan. Mana.. mana.. mana bambunya Paman, teriak batin Nalia. Sesampai di pintu Ibunya jadi keheranan. Melihat Nalia begitu Pamannya  juga kaget.  Sang Ibu langsung bertanya pada anaknya. 

" Loh, kenapa Nay?" Ujar si Ibu muda itu. 

Nalia tidak langsung menjawab. Ia terlihat sedih,  matanya berkaca_kaca. Sambil meremas_remas jemarinya. 

" Ia,  ada apa Nalia?" Sekarang Pamannya yang bertanya.  Seandainya Nalia lambat menjawab mungkin Paman Nalia sudah naik pitam.  Tapi untung Nalia cepat menjawab pertanyaan Ibunya. 

" Ini.. Iibu, bambu yang dijanjikan Paman mana? " Ungkap Nalia serasa sesak di dada.

"Oooo,... bambu yang Nalia maksud, " Ibu dan Paman Nalia serentak menjawab. 

" Ada itu di samping rumah,  dekat bunga, " Ujar Paman Nalia datar. Sekarang ekspresi Nalia dratis berubah. 

****

Nalia segera berlari menuju samping rumah. Di sana Nalia melihat ada dua ikat bambu yang sudah dipotong yang satu dengan ukuran 50 cm dan sudah  diikat. Sedangkan yang satu ikat lagi dengan  ukuran yang sangat panjang. Nalia sudah menebak, bahwa bambu yang panjang itu,  mungkin   untuk bendera karena bisa dilihat dari jemari Nalia yang sedang menunjuk_nunjuk ke arah bambu. Sedang asyik tercenung dengan bambu.  Tetiba Pamannya sudah ada di belakang. Sontak Nalia bertanya pada sang Paman. 

" Bambu yang kecil itu untuk apa, Paman?" Tanya Nalia

" Oh,  itu untuk  pagar taman," Jawab lelaki yang bernama Toni itu.

" Ayo,  Nalia ambil pisau kita bongkar ikatannya!" Tukas sang Paman sambil duduk. 

" Tapi,  ngomong _ ngomong Paman kapan ambil bambunya,?" Tanya Nalia saking cerewetnya. 

" Ah,  Jangan tanya_ tanya dulu Nalia, ambil dulu apa yang Paman suruh cepatan.....Sekarang sudah tanggal lima belasan, " Ungkap sang Paman tegas. Nalia hanya diam dan membalikkan badan  masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah Nalia ambil parang yang tergeletak di bawah meja. Terus keluar menyerahkan parang tersebut pada Pamannya. 

Lalu apakah tanggapan sang Paman pada Nalia mari ikuti cerita selanjutanya!.... 

--------------------------------------------------

Tagur_ 53

Tantangan guru menulis hari _ 145

Gurusianer menulis hari _ 353

#Cernak Ke _07

Salam literasi digital,  15 Agustus 2021

Gurusianer

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post