Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Gelora Cinta Nalia di Bulan Agustus ( 2 )

Nalia berlari kecil menuju dapur mendekati tempat pencucian piring. Tiba di dapur Ibu Nalia menyapa.

" Nalia, ngapain aja di luar Nak?" Sapa Ibunya yang sedang memotong_motong sayur.

" Nalia duduk saja di luar Bu, ingat almarhum Bapak, " Jawab Nalia sembari mengucek_ngucek sabun lemon dengan busa cucian piring.

" Oh, ya Bu. Sebentar lagi hari tujuh belas Agustus apakah bendera kita tidak dipasang Bu? " Celoteh Nalia pada Ibunya yang mau berdiri.

" Ia Nak, Ibu juga sedang memikirkan itu bagaimana cara mencari bambunya. Di belakang rumah kita, sekarang ini bambu itu sudah tidak ada lagi. Apa Ibu harus minta tolong sama Pamanmu ya, Nalia? " Ujar Ibu Nalia seraya mengaduk_aduk sayur yang sudah mulai layu .

" Nggak usah Bu, Nalia bisa cari sendiri Bu bersama teman _ teman, " Sambung Nalia penuh semangat. Soalnya teman Nalia yang tinggal di dusun Tanjung Balai itu ada katanya serumpun bambu tumbuh di samping rumahnya.

" Nggak usah Nak bahaya, Nalia perempuan biar saja Pamanmu yang ambil, " Kata Ibunya sembari berjalan menuju kamar.

" Baiklah Bu, "Jawab Nalia sambil menyimpan piring ke dalam rak lemari piring.

***

Selanjutnya Nalia masuk ke kamar mengambil gawainya. Nalia mencoba membuka kelas wa jangan_ jangan ada informasi baru dari gurunya yang berhubungan dengan tugas. Dalam deretan kronologi cerita yang ada di wa.Terlihat oleh Nalia terakhir hanya daftar hadir teman_temannya yang mengikuti belajar online pada pagi tadi. Nalia menaruh lagi HPnya. Mengambil catatan dan pulpen untuk mencatat materi tugas yang telah diberikan oleh gurunya tadi pagi. Selesai tugas dikerjakan di buku catatan Nalia memotret catatan tugas tersebut lalu mengirimkannya ke wa pribadi guru yang bersangkutan. Sempat Nalia bertanya pada gurunya tersebut kapan hasil tugasnya diinformasikan. Jawaban guru Nalia katanya bila sudah selesai satu teks pembelajaran . Mendengar jawaban gurunya tersebut ada kelegaan di relung hati Nalia. Lalu Nalia mencoba membaringkan diri untuk istirahat sejenak. Dalam istirahat Nalia terbesit di pikirannya mengapa ya , gurunya tidak sama seni mengajarnya. Ah' Nalia tak peduli dengan hal itu. Nalia tepiskan pikiran itu. Tugas Nalia adalah mengikuti perintah guru. Soal pemberian nilai itu urusan guru. Begitulah monolog batin Nalia.

***

Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 WIB. Nalia keluar dari kamar dan langsung ke kamar mandi ambil wudhuk untuk salat maqrib. Usai makan malam bersama Ibu dan adiknya. Nalia sempat bertanya.

" Bu, jadikan Paman mencari bambunya Bu, soalnya sepuluh hari lagi tujuh belasan Bu, kalau Paman sibuk biar saja Nalia yang cari sama teman, " Tegas Nalia mencoba cari tahu kembali tentang bambu untuk bendera depan rumah pada Ibunya. Mendengar ucapan Nalia tersebut Ibu Nalia ekspresinya langsung berubah. Nalia pun kaget diam menunduk.

----------------------------------------------

Tagur_ 45

Tantangan menulis harin Ke_ 137

Gurusianer menulis hari Ke _ 345

Cernak Ke_ 07

Salam literasi, **(censored)**

Gurusianer

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post