Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Gelora Cinta Nalia di Bulan Agustus (6)

 Denting waktu pun berlalu. Tatkala sampai di dekat sang Paman, Nalia pun  memberikan parang tersebut pada sang Paman.  Melihat hal itu Paman Nalia  mengerinyitkan jidatnya. Tapi,  reaksi Nalia langsung berubah saat sang Paman mau berkata. 

" Aduh Paman, Nalia salah ambil ,"' Cakap Nalia sembari  membalikkan tubuhnya. Namun Paman menahan tindakan Nalia untuk berbalik. 

" Nggak  usah Nalia, biarlah parang  saja, dengan parang  ikatannya bisa juga kita potong," Ujar sang Paman.  Lalu sang Paman membuka arlojinya agar mudah untuk bekerja. Meminta pada Nalia untuk menaruhnya di dalam rumah. Arloji diambil Nalia dari tangan sang Paman.  Sejenak mata  Nalia terkesima pada putaran jarum jam  di arloji,   ternyata sudah menunjukkan pukul delapan lima puluh menit.  Berarti waktu Nalia untuk berbenah  menjelang belajar daring tersisa sepuluh menit.  Nalia musti siap_ siap untuk balik kembali ke dalam rumah.  

".Paman,  lanjutkan saja buatkan  benderanya ya, Paman.  Nalia belajar dulu," Ungkap Nalia serius.  

"Yach,  tenang saja Nalia selesai Nalia belajar bendera kita sudah siap," Jawab sang Paman. 

Setelah itu, tiba_tiba Ibu Nalia berteriak memanggil Nalia dari dalam.  

" Naliaaaa,  ini minuman kopi Pamanmu, tolong diberikan pada Paman.!" Perintah sang Ibu tercinta.  

" Ya  Bu, Ibu saja yang antar kopinya ya, soalnya Nalia belajar daring dulu!" teriak  Nalia pada sang Ibu. Nalia langsung masuk kamar, menyiapkan dirinya untuk belajar daring. 

*****

Mendengar suara teriakan tersebut.  Rino adik Nalia yang sedang tidur jadi terbangun dan keluar dari kamar. 

" Ibuu... kok berteriak_teriak begitu?" Rintihnya seraya menghampiri sang Ibu yang berada di luar. Sesampainya Rino di luar. Rino melihat Pamannya sedang bekerja ,  Ia pun senang.  dan jongkok di depan sang Paman sedang bekerja. 

" Bendera kita mau dipasang ya, Paman? " Tanya  Rino. 

" Ya Rino, duduk di sana yang baik ya?" Perintah Paman kepada Rino.  Paman Nalia orangnya jeli.  Ia tahu  Rino saat ini, rasa ingin tahu akan sesuatu sangat tinggi.  Daripada nanti Rino cidera pergi ke sana_ ke mari lebih baik di suruh saja duduk.  Rino terpaksa diingatkan sang Paman Toni secepatnya.

Sekarang, Paman Toni sudah nyaman untuk melanjutkan pekerjaan. 

*****

Pagi mulai merayap petang.  Sang raja siang perlahan_lahan ditutup oleh awan kelabu. Pertanda panas yang menyinsing sudah bersulih temperaturnya jadi   meredup.  Toni  sudah kelelahan dan akhirnya terduduk santai. Seraya meminum kopi buatan Ibu Nalia. Sekali_ kali menyulut rokok. Batang bambu yang dipenuhi sekat_sekat miang. Sekarang sudah dibersihkan oleh Toni. Nalia pun sudah usai belajar. Posisi  Nalia sudah berdiri di dekat sang  Paman . sedangkan Rino sudah tidur kembali di kamar.  Saatnya kini  Nalia bertanya pada sang Paman. 

" Paman,  apakah sudah makan? "  Tanya Nalia. 

" Sudah, tadi Ibu Nalia ambilkan dan dibawa ke sini" Jawab Paman datar. 

" Sekarang bambunya, tinggal di cat kapur lagi ya, Paman?" Tanya Nalia kembali. 

" Nggak usah, " Jawab Pamannya ketus

" Loh,  kok nggak Paman, kalau Bapak dulu dikasih  cat kapur benderanya?"  Nalia berusaha  menangkis pembicaraan sang Paman.  

" Itu dulu Nalia, bila kita ada waktu dan Bapakmu  memang rajin orangnya, bahkan pagar untuk taman diberi kapur," Jawab  sang Paman Nalia.  Kini mulai bercerita tentang Bapak Nalia yang sudah tiada.    

" Biar Nalia yang kasih Paman," Jawab Nalia. 

" Nggak usah!" Jawab sang Paman. Namun,  tiba_tiba ....

" Dicat saja langsung Toni,  ini cat kapurnya ada disimpan, inj sisa dari  memperbaiki dapur dulu.

" Oke  Uni, kalau memang begitu," Tukas Paman Toni.  Maka sang Paman catlah bendera tersebut.  Setelah selesai lalu bendera ditegakkan oleh sang Paman sama Nalia.

 

--------------------------------------------

Tagur_ 54

Tantangan guru menulis hari _ 146

Gurusianer menulis hari _ 354

#Cernak Ke _07

Salam literasi digital,  16 Agustus 2021

 Gurusianer

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post