KEMARAU MENDERA
Kemarau Mendera
Karya. Alina Said, S.Pd.
Kemarau
Tiada sebutan namamu
Selain dari kemarau panjang
Kau datang dan pergi pada musimnya
Dan kadang menyelip di antara bulan bersahaja
//
Terikmu yang menyengat raga
Melantarkan ulas tangan, perih dan mendera
Kembang_kembang di taman layu sudah
Satwa di padang jadi merintih
Kehilangan dahaga
Lemas dan tak berdaya
//
Kemarau,
Ranting dan dedaunan tiada mengada
Bila tetesan hujan harap akan cakrawala
Menyentuh daratan dan engkau pun berlalu
Tiada menyisakan kemarahan.
-------------------------------------------------------
Tagur _ 42
Tantangan guru menulis hari Ke_ 133
Gurusianer menulis hari Ke_ 341
#Puisi Ke_ 165
Salam literasi, **(censored)**
Gurusianer
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan