Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Paniknya Ibu Liani

HP merupakan sebuah kebutuhan sekunder dalam kehidupan dan juga barang yang sangat sensitif. Karena sangat sensitif kita menggunakannya musti hati_hati agar jangan salah pencet. Di samping benda ini dibeli dengan harga yang mahal jutaan bahkan untuk mendapatkannya berlinangan air mata. HP di zaman mellenial juga termasuk benda yang sangat bermanfaat untuk mengajar dan belajar oleh guru ataupun siswa, agar bisa mengakses berbagai ilmu yang dibutuhkan di internet media sosial.

Oleh karena HP sebagai benda yang dianggap sensitif. HP juga bisa sebagai pengganti secara finansial dan kadang kala HP juga bisa membuat kita jadi stress. Apabila gawai tersebut lupa kita menaruhnya dikarenakan oleh kesibukan akan sesuatu hal. Seperti yang dialami oleh Ibu Liani, ketika itu usai acara kegiatan sekolah. Ibu Liani berkumpul di ruang kantor dan berbincang_bincang dengan beberapa teman. Lagi asyiknya berbincang hingga Ibu Liani lupa HPnya ditaruh dimana, saat hendak pulang. Ibu Liani cepat keluar. Motor yang dikendarainya melaju kencang untuk bisa sampai di Mini Market guna membeli pasta gigi. Baru sampai menaiki tangga masuk Mini Market, Ibu Liani baru menyadari HPnya tidak kelihatan di dalam tas. Tas diobrak_abrik olehnya tapi tidak ditemukan. Ibu Liani cemas, berasa jantungnya copot, takut HPnya sudah sampai di tangan orang lain dan sudah pasti akan disalahgunakan bagi orang yang tidak tepat, diganti foto profillah, komentar yang tidak baiklah sama teman di media sosial seperti yang dialami oleh teman Ibu Liani.

Tanpa pikir dua kali Ibu Liani balik kembali ke sekolah. Ternyata sampai di sekolah masih ada salah seorang guru senior. Bapak tersebut mencoba untuk menghubungi HP Bu Liani dan ternyata masih bisa berbunyi. Artinya HP tersebut belum sampai di tangan orang lain. Akhirnya Ibu Liani terpaksa berbalik kembali ke Mini Market dan benar HP tersebut masih di dalam kantong plastik beserta kertas ketika ditaruh dilantai. Beruntung Ibu Liani mencarinya tidak memakan waktu terlalu lama hanya sepuluh menit saja dan juga dalam suasana hujan akhirnya HP Ibu Liani ditemukan kembali. Ibu Liani sangat senang sekali. Penulis yakin Bapak/ Ibu gurusianer mungkin pernah mengalami hal yang semacam ini. Bagaimana panik bukan Bpk/ Ibu Gurusianer ?

---------------------------------

Tagur_ 56

Tantangan guru menulis hari _ 148

Gurusianer menulis hari _ 356

Salam literasi digital, 18 Agustus 2021

Gurusianer.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post