Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Jodoh yang Tertunda

Selamat pagi Gurusianer yang hebat.

Yuk, baca lanjutan cerita pendek " Udin ".

-----------------------------------

" Ia... Pak, " Udin luruh berkata, sambil menekan -nekan putung rokok yang telah disulut dengan jemari kakinya di bawah meja.

" Din, Dinn... tidak usah risau Din dan dipikirkan , yang namanya jodoh sudah ada yang mengatur, tidak perlu dicari-cari. Kalaupun dicari ke ujung duniapun jika jodohmu ditunda oleh-Nya yang di atas Din... takkan jadi juga," celoteh Si Bos penuh penekanan seraya mengusap-ngusap pangkal lengan Udin sebelah kanan.

" Benar sih, Pak, " timpal Udin dengan lirih, seakan-akan kecewa berat bila bicara tentang jodoh. Udin terlihat masih pesimis.

" Ia, sudahlah Din.. ayo sekarang lanjutkan tugasmu, minumannya biar saya yang bayar," kembali Si Bos menegaskan pembicaraannya.

" Baik, Pak! " jawab Udin semangat.

Udin bangkit dari tempat duduknya. Tapi, sebelum beranjak dari tempat. Si Bos kembali menahan.

" Sebentar, Din...Saya belum pernah mengajakmu ke rumah. Selama ini kita hanya berjumpa di kantor saja. Nanti jika kantor sudah ditutup, antar saya pulang ya, Din! " tegas Si Bos penuh keakraban.

".Oke, Pak siaapp! " sambung Udin. Lantas Udin berlalu dihadapan Si Bos.

***

Kemudian Udin menuju kantor masuk dalam ruang dan duduk manis depan gawainya. Semangat kerja Udin memuai disebabkan kata-kata dari Si Bos yang membuat palung batin Udin seolah-olah berwarna dalam menghadapi kehidupan di rantau. Udin tidak menyangka punya Bos yang baik hati. Udin akan selalu berdoa agar Si Bos selalu diberi kesehatan dan umur yang panjang oleh Tuhan Yang Maha Esa. Terlihat Udin tercenung sebelum jenarinya menari di latar gawai.

***

Denting waktu detik dan menit pun terus berjalan. Udin akan belajar dari masa dan waktu yang berlalu dan bersiap untuk masa depan, ya Tuhan berikan saya yang terbaik untuk hari ini untuk meraih harapan masa depan yang baik, bisik naluri Udin. Sementara itu di luar raja siang menyeruak indah menerangi buana dalam kebisingan hiruk-pikuknya rona suara kesibukkan kota Betuah penuh bernas di pagi hari.

-----------------------------------------

Tagur_ 116

Tantangan menulis hari ke_207

Gurusianer menulis hari ke_416

#Cerpen Ke_ 10 di MGI

Minggu , 17 Oktober 2021

Salam literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post