Jodoh yang Tertunda
Jodoh yang Tertunda
Salam sejahtera buat Gurusianer semuanya, apakabar? Semoga selalu sehat dan dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Bersua lagi dengan penulis dalam serial Udin dengan Efisode Jodoh yang Tertunda.
*
Bulan berganti musim pun berlalu. Udin melaksanakan pekerjaan tanpa pilih dan pamrih. Sehingga Bos di tempatnya jadi senang pada Udin. Tak segan Udin membersihkan depan kantor dan juga jadi sopir buat Bosnya, yang pada akhirnya Udin diberi kepercayaan oleh si Bos tersebut untuk mewakili meeting ke luar kota, apabila beliau berhalangan. Akan hal itu Udin tidak serta merta menjadi angkuh atas prestasi yang dicapainya.
*
Setiap gajian Udin ingat dan mengirim uang buat bantu Maknya di kampung. Bahkan ada juga rindu membuncah pada Mak di kampung. Meski acapkali berhubungan lewat HP namun berjumpa langsung dengan Maknya mungkin akan terasa lebih terobati. Pikir Udin suatu waktu di kala senggang. Udin yakin pasti akan pulang. Pada suatu pagi Udin lagi termenung, tetiba pundaknya ditepuk dari belakang. Udin menoleh sekejab, ternyata Bosnya sudah berdiri seraya tersenyum sumringah.
“ Ada apa Udin, kok melamun?’’ sapa si Bos.
‘’ Biasa Pak, ingat Mak di kampung, sekarang Dia sedang apa ya?’’ jawab Udin hanyut dalam rasa rindu. Si Bos pun bertanya lagi.
“ Sekarang bukankah kamu sudah mandiri Udin, ajak deh... Ibunya ke sini kenapa?’’ tukas si Bos seloroh. Udin hanya tersenyum pahit. Ia tahu bahwa Maknya sudah jelas tidak akan mau ikut bersamanya. Karena sapi di kandang yang tidak bisa ditinggal. Demikian juga rumah serta palak warisan ungku Udin yang luas.
“ Inginnya memang begitu Pak, tapi...’’ Lalu Udin terhenti bicara. Si Bos menoleh pada Udin seraya alisnya dinaikkan ke jidat. Kedua mereka berbincang sambil mengopy di samping sebelah kantor yang memang sengaja dibuka kedai buat para pekerja dan pedagang di ruko tersebut.
“ Tapi, apa Udin... Karena jodohmu belum ada ya, Din?” Si Bos langsung menebak jalan pikiran Udin. Udin kembali tersenyum pahit, namun kali ini terpancar sendu di ekspresinya dalam posisi diam membukam yang larut berpikir.
“ Ayo Din... Jawab, Ia atau bukan?” Si Bos menimpali pembicaraannya .
----------------------------------------------------
Tagur_ 114
Tantangan menulis hari ke_205
Gurusianer menulis hari ke_414
Cerpen Ke_ 10 di MGI
Jumat, 15 Oktober 2021
Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan