Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Menyusun Kalimat Teks Cerpen melalui Pendekatan Pedagogi Genre dalam Model Problem Base

Selamat malam Gurusianer hebat ....

Apa kabarnya ?

Pada postingan tulisan hari ini penulis mencoba menulis tentang pengalaman belajar dengan sebuah model pembelajaran yang menggunakan pendekatan Pedagogi Genre. Namun sebelumnya penulis bahas dulu apa yang disebut dengan pendekatan Pedagogi Genre.

Pendekatan pedagogi genre adalah sebuah pendekatan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan berbasis teks, yang melatih keterampilan siswa sesuai tujuan sosial yang diharapkan, (Kemendikbud,2016). Sedangkan menurut Ramadania, 2016) berpendapat, sebuah pendekatan yang digunakan pendidik dengan mengajak peserta didik secara aktif untuk mengenal konteks (isi) melalui membangun konteks. Sementara menurut penulis kedua pendapat tersebut adalah pada dasarnya sama-sama yang bertujuan, untuk mengajak peserta didik supaya lebih aktif dan trampil dalam memahami sebuah konteks pembelajaran yang telah diberikan.

Pendekatan pedagogi genre ini, kegiatannya dilaksanakan berdasarkan siklus belajar melalui bimbingan interaksi, yang mengutamakan teknik pemodelan teks dan membangun teks secara terbimbing bersama ( joint contruction), sebelum masuk pada tahap membuat teks secara mandiri.

Untuk itu, sebelum kegiatan belajar dilanjutkan pada tahap mengontruksi mandiri. Peserta didik diajak terlebih dulu, berlatih untuk mengimplementasikan model teks yang sudah diacak oleh pendidik dengan teknik model problem based learning melalui pendekatan pedagogi genre dalam tahap mengontruksi terbimbing dalam menyusun teks cerpen seperti naskah aslinya dengan memperhatikan struktur dan ide cerita yang relevan.

Langkah-langkah pendekatannya, sebagai berikut

1). Pendidik menyiapkan Rencana Pembelajaran.

2). Menyiapkan bahan yang akan dilaksanakan sebagai proses penunjang kegiatan.

seperti : guntingan-guntingan teks cerpen yang telah diacak , penggaris, lem dan kertas dorslag

3). Pendidik membagi kelompok siswa tanpa membedakan kultur dan status sosial.

4). Pendidik memberikan model teks cerpen yang telah diacak per-kelompok

5). Pendidik memberitahukan aspek-aspek sikap yang akan diobservasi ketika bekerja dalam kelompok.

6).Peserta didik bekerja sama mengembangkan kompetensinya dalam kelompok sesuai dengan tugas yang diberikan pendidik.

7). Peserta didik menyusun teks cerpen yang diacak tersebut hingga menjadi susunan model teks yang runtut.

8) Siswa ditugaskan untuk mempresentasikan teks cerpen yang telah disusun per_wakilan kelompok maju ke depan.

9). Pendidik memberikan penilaian bagi kelompok yang telah menyusun teks dengan baik sesuai dengan naskah aslinya.

10). Pendidik dan peserta didik menyimpulkan hasil pengalaman belajar yang telah dilaksanakan.

Demikian postingan penulis hari ini semoga dapat bermanfaat,

-------------------------------------------------

Tagur_ 129

Tantangan menulis hari ke_220

Gurusianer menulis hari ke_429

Sabtu, 30 Oktober 2021

Salam literasi digital

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post