Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

PENDIDIK SEBAGAI INSPIRASI PEMBAWA PERUBAHAN PEMBELAJARAN ABAD KE 21

Menurut UU No. 20 Tahun 2003 disebutkan, bahwa Pendidikan Nasional itu adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Untuk mencapai hal tersebut, peranan komponen sekolah sebagai agen pembaharuan pendidikan amatlah sangat penting, untuk perubahan dalam pembelajaran. Khususnya pendidik sebagai ujung tombak keberhasilan pembelajaran peserta didik, pendidik juga yang paling dekat pada peserta didik setiap harinya, bergelut dan berbagi ilmunya. Bentuk apapun yang ditransfer pendidik kepada peserta didik memiliki makna tersendiri bagi peserta didik. Jadi pendidikan dan pendidik laksana dua sisi mata uang, yang sama-sama penting dan saling bergantung. Pedidikan yang baik yang diberikan pendidik hendaknya mampu menyiapkan generasi untuk mampu menghadapi segala macam tantangan kehidupan yang akan berpengaruh pada peserta didik. Sedangkan pendidik baik adalah pendidik yang mampu mengembankan misi pendidikan untuk menyiapkan generasi dalam menghadapi kehidupan itu. Pendidikan tersebut akan terwujud apabila pendidik memenuhi pemahaman terhadap seluk-beluk karakteristik tugas dan tanggungjawab yang ditopangkan dengan integritas pribadi, kreatif, mau belajar, terbuka dan berpikir kritis.

Dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin maju. Teknologi yang semakin canggih tentu mengharuskan perubahan juga dalam proses pembelajaran, khususnya pembelajaran pendidikan kurikulum 13 di mana paragdigma pembelajarannya saat ini sudah bergeser dari model pembelajaran lama (kurikulum 2006) ke kurikulum 2013. Suatu sistem pembelajaran yang telah diakui secara nasional. Perubahan yang diharapkan tersebut tidak tertutup kemungkinan untuk berubah lagi berikutmya. Baik itu cara belajar siswa, pendidiknya serta lingkungan belajar dekat peserta didik. Tegasnya, dalam penulisan artikel ini, pendidik bukanlah hanya sekadar mentransfer ilmu saja, melainkan lebih dalam lagi dapat hendaknya membentuk perubahan karakter peserta didik. Pendidik yang memiliki antusias dalam mengajar, ikhlas hati dan menggunakan media akan memberi pengaruh yang sangat besar bagi peserta didik, peserta didik akan termotivasi, akan lebih bergairah untuk lebih memahami pembelajaran apa yang diberikan oleh pendidik. Sebab itu perlunya seorang pendidik membenahi dirinya dan dapat memahami kebutuhan peserta didik supaya tidak jenuh dan membosankan.

Oleh karena itu, agar bisa menjadi pendidik yang inspiratif dan kreatif pada abad ke -21 mustinya pendidik dapat menginspirasi. Menurut Teropong Rhenald Kasali bahwa, tipe pendidik tersebut ada dua yakni ; (1) menghasilkan manajer-manajer yang andal dan (2) melahirkan pemimpin - peminpin yang berani merubah kebiasaan yang tidak produktif. Dalam proses pendidikan

Pendapat Rhenasl tersebut tidaklah mungkin dicapai oleh peserta didik , jika pendidik tidak demikian adanya. Seorang pendidik mampu hendaknya memberikan respon dan motivasi ke hal yang dimaksud. Namun tidak tertutup kemungkinan-kemungkin adanya hambatan.

Ada beberapa hambatan yang menjadi pendidik belum mampu menjadikan dirinya sebagai pendidik yang menginspirasi atau inspirator bagi siswanya, menurut pandangan penulis yakni, kesadaran pendidik untuk mengutamakan mutu dalam mengembangkan dirinya, keterpanggilan hati nurani sebagai pendidik, rendahnya budaya kerja berorientasi mutu. Sehingga pendidik bekerja seadanya. Dengan hambatan tersebut nyatanya keberhasilan out put itu menjadi tidak maksimal.

Lebih lanjut, untuk menjadi pendidik yang kreatif dan menginspirasi pada abad- 21, ini memang tidaklah mudah, karena pada diri seorang pendidik harusnya membawa sesuatu yang tidak biasanya mampu menembus batas tradisi dan kreatif. Dalam hal ini pendidik yang dimaksud adalah pendidik yang memiliki skiil atau keterampilan sesuai dengan tujuan pembelajaran nasional sebenarnya, yakni assesment as learning itu sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut pendidik perlu melakukan berbagai pendekatan-pendekatan agar pendekatan dalam pembelajaran yang digunakan tersebut dapat membantu guru dalam mentransformasikan pembelajaran dengan sesuatu yang menyenangkan. Pada pendidik inspiratif diharapkan juga berbagai keterampilan, diantaranya ; (1) keterampilan mengajar tentang bagaimana cara bertanya, memberikan penguatan, mengolah variasi dan membuka serta menutup pembelajaran serta begaimana cara melatih dan membimbing peserta didik dalam memimpin diskusi kecil. (2) memulai pengajaran kreatif. Fenomena menunjukkan bahwa para peserta didik umumnya lebih senang belajar sambil bermain, karena dengan cara bermain peserta didik lebih terbuka pola pikirnya untuk mengolah temuan-temuan yang diprolehnya karena rangsangan stimulus otak, dan inilah tantangan bagi seorang pendidik inspiratif, bagaimana menciptakan pembelajaran yang mengairahkan dan menyenangkan. Oleh sebab itu, maka jadilah seirang prndidik yang dijuluki ” Teacher Scholar “ guru yang kreatif memanfaatkan ilmunya serta keahliannya dalam menghadapi perubahan pembelajaran.

Brown ( Sutadipura, 1983) membagi pendidik inspiratif yang Teacher Scholar itu menjadi beberapa ciri-ciri ; (1) Pendidik yang mempunyai rasa penasaran, ingin selalu menanyakan sesuatu yang masih belum dipahaminya, (2) setiap masalah yang ditemukan selalu dianalisis lalu disaringnya , (3) memilki jiwa intuisi, (4) sefdicipline, (5) tidak pernah puas dengan hasil yang diterima, (6) suka melakukan instrospeksi, (7) memiliki kepribadian yang kuat.

Lebih lanjut, ada juga beberapa tips bagi pendidik yang bisa dilakukan untuk bisa menjadi pendidik yang inspiratif, sesuai dengan pendapat Ngainum Naim : 2009 dalam buku Guru Inspiratif. Menurutnya ( 1) selalu menjaga komitmen untuk terus memberikan spirit kreatif - inspiratif bagi peserta didik, yang maknanya pendidik inspiratif bukan sesuatu yang Given ( tidak muncul begitu saja) tetapi Ia adalah sebuah proses. ( 2) selalu menyukai tantangan dengan terus belajar. Sejalan dengan itu penulis juga menyajikan pendapat Word Bank dalam sebuah penelitiannya, menyebutkan faktor dominan penentu daya saing bangsa sehubungan dengan dalam pembelajaran abad-21 ini yakni : 1) Inovasi guru 45% , 2) teknologi yang dikuasai guru 30%, 3) jaringan kerja sama 15% , dan 4) sumber daya 10%. Fakta tersebut merupakan tantangan bagi guru inspiratif untuk menciptakan peserta didik yang bermanfaat bagi kehidupan. (3)Mengembangkan ketegasan dan kehangatan dalam kehidupan peserta didik yakni menciptakan kombinasi tegas dan pas bila berinteraksi dengan siswa. Tegas yang berorientasi pada aturan-aturan yang berlaku. 4) mengelola pembelajaran dengan kisah inspiratif dalam arti kata pendidik memberikan cerita kisah inspiratif nyata disela-sela pembelajaran misalnya. Jika pembelajaran 2 X 45 menit maka siapkanlah 1 atau 2 kisah cerita inspiratif dengan melalui teknologi komunikasi seperti IT, lewat tayangan infocus atau model-model teks yang selanjutnya adanya konfirmasi terhadap pemahaman ceritanya lewat penjelasan pendidik, untuk mengubah cara pandang peserta didik dalam melihat persoalan-persoalan kehidupan baik manusia, yang memberikan pembelajaran untuk kebaikan peserta didik untuk ke depannya.

Beberapa hal yang disebut di atas dapat dilakukan untuk membantu agar pendidik mampu menginspirasi bagi peserta didik dalam proses pembelajaran hingga pendidik tersebut bisa dianggap sebagai pembawa misi perubahan pendidikan, perubahan dalam pembelajaran abad-21 semoga peserta didik juga mampu mengimbaginya sesuai dengan perubahan zaman dan mampu menghadapi daya saing di zaman revolusi mental, revolusi industri 4.0 serta era Society 5.0 yang akan memimpin dalam pembelajaran ke depannya.

--------------------------------------------------------

Tagur_ 126

Tantangan menulis hari ke_217

Gurusianer menulis hari ke_426

Rabu, 27 Oktober 2021

Salam literasi digital

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post