Menulis dengan Kesucian Hati dan Renungkan dengan Pikiran.
Sering kita mendengar dan melihat sebuah kalimat yang bertuliskan kata "Menulislah dengan hati sehingga dapat menggetarkan pembacanya ". Tapi ternyata, menulis dengan begitu, tidak semuanya dipandang baik. Mungkin tepatnya bisa kita maksudkan " Menulislah dengan Kesucian Hati " Mengapa demikian? Karena, menulis tanpa kesucian hati akan sering mencaci terserah luapan hati. Sebab penulis pernah baca tulisan seseorang, sebut saja si R mulai dari bersua dengan tulisan beliau. Terkesan aroma menyudutkan teman yang dikenalinya. Sebut saja namanya si S.
Kisahnya begini., tulisan Si R ini, awalnya pernah penulis baca dengan menyebut -nyebut tentang bagaimana si S. Bahkan nama aslinya disebut lewat tulisan, inikan tidak baik. Karena penasaran penulis telusuri tulisan Si S tapi tidak sedikitpun tulisannya yang terlihat menyinggung ke arah si R. Malahan ada pernah dibalas dengan cukup baik.
Kemudian hari demi hari penulis lihat tulisan si R tetap saja begitu. Hingga penulis berkesimpulan, bahwa si R ini, dalam menulis tidak dengan kesucian hati dan tidak direnungkan terlebih dulu dalam menulis. Ia hanya menulis menuruti kata hatinya saja. Sehingga pilihan katanya dalam menulis sering teledor keluar bernada sindiran terus. Tulisan yang dihasilkan pun terkesan arogan. Seharusnya sebagai penulis tentu tidak begitu. Penulis yang baik, semestinya memiliki karakter dan berkharisma dan bukan penyampaian pesan kekesalan serta menyebutkan penulis lain begini dan begitu. Sayangkan, tulisan sudah banyak tapi hasilnya tidak bernilai baik. Bisa jadi bisa merusak pamor sebagai seorang penulis. Lagi pula, seharusnya itu kan tidak terjadi, apalagi kita seorang pendidik.
Untuk itu, saran penulis untuk Si R, fokuslah menulis dengan kesucian hati dan renungkan kemudian dengan pikiran, ingatlah sebuah gurindam pikir itu adalah pelita hati, agar senantiasa tulisan kita bernilai positif dan bermanfaat hendaknya bagi orang .
-------------------------------------------------
Tagur_ 161
Tantangan menulis hari ke _253
Gurusianer menulis ke- 460
Salam literasi
Jumat , 03 Desember 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan