Mengapa Siswa ada yang Gagal Mencapai Identitas Perannya?
Di dalam situasi pendidikan, menghadapi siswa yang sudah dicap “ Nakal “ itu merupakan sudah hal yang dianggap biasa oleh pendidik. Apalagi yang mayoritas nakal adalah laki-laki. Berbicara mengenai nakal siswa barangkali disebabkan karena seringnya siswa datang terlambat dan bahkan sengaja dilambat-lambatkan, sering bolos ke sekolah. Padahal dari rumah diketahui orangtua mereka, bahwa anaknya sudah berangkat ke sekolah. Kemudian sering bolong mengerjakan tugas. Ada di antara KD yang sudah tersusun oleh pendidik tidak terisi nilai. Bahkan nakalnya paling membuat ribet pendidik adalah meribut di dalam kelas dan banyak gaya tingkah laku diperlihatkan yang membuat pendidik pusing. Tetapi haruskah pendidik bertindak kekerasan, menghardik dan bahkan mengatai-ngatai mereka dengan memberi label negatif? Saya rasa tidak, tetapi bertindak tegas boleh dengan cara yang lebih biajksana. Kesabaran pendidik di dalam mengajar untuk menuangkan ilmu perlu keuletan kesabaran tingkat tinggi oleh pendidik tersendiri.
Berdasarkan hal di atas, lantas benarkah siswa tersebut dapat disebut nakal ? Jawabannya tentu tidak karena pada dasarnya siswa itu tidak ada yang nakal. Mereka dilabeli nakal mungkin disebabkan karena siswa yang bersangkutan sedang mengalami krisis identitas sebagai akibat pengaruh sosiologis dan bahkan ada yang disebabkan pengaruh biologis peremajaan diri pada siswa sehingga siswa gagal mencapai identitas perannya.
Lebih lanjut, ada hal lain yang sifatnya lebih intern dalam situasi keluarga seperti ; kurangnya kontrol orangtua siswa di rumah, pergaulan antar teman dan paling segnifikan pengaruhnya adalah faktor lingkungan. Sehingga siswa memperlihatkan prilaku nakal. Selanjutnya, ketika mereka berada di sekolah pendidik menjadi tahu sebab mengapa siswa tersebut jadi nakal. Akan tetapi haruskah siswa diberi label negatif, justru itu akan menambah beban mental mereka. Resolusi yang tepat diberikan pada mereka adalah membimbing mereka, memberi arahan, menunjukkan mereka ke arah yang lebih baik.
( Salam literasi Digital )
---------------------------------------------------------
#Tag_05
#Tagur_195
Tantangan menulis hari Ke_287
Gurusianer menulis hari Ke_493
Rabu_**(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan