Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Suka di Hati Lara

( Bagian 2 )

Secepatnya Riri minta maaf pada Lara.

" Maaf, maaf ya Lara," ujar Riri seakan _ akan tiada menyadari apa yang terjadi.

" Ah' tidak apa _ apa Riri, aku tak masukin ke hati. Biasa aja kali," jawab Lara happy , tak ada kekesalan yang terpantul di wajahnya.

" Kelas berapa kawan?" Lara mencoba bertanya tentang Riri.

" Aku kelas XI . A ," jawab Riri seraya menyakinkan dan berusaha mencomot sesuatu dari dalam tas yang disandang .

" Kalau Lara sendiri kelas berapa, ya?" Riri balik bertanya. Tentu saja Lara jadi kebingungan, karena Lara belum tahu kelasnya berapa. Di antara mereka layaknya jadi saling menginterogasi.

Setelah itu, Riri mengangkat HP yang ada di tangan. Seolah _ olah mencari nomor kontak guna menghubungi seseorang. Sementara itu Lara terpaku menyaksikan lakon Riri laksana ada yang menyutradarai. Tiba -.tiba dari HP Riri terdengar ada suara yang berbisik-bisik. Lara tidak tahu persis siapa yang dihubungi Riri. Laki_ laki ataukah perempuan?

" Ia, Aku di halaman sekolah, jam berapa acaranya dimulai, San?:" Riri bertanya dengan polos pada suara yang ada di dalam HP.

" Oh, baiklah,'' ucap Riri sambil menutupi HPnya. Serr...ternyata ungkapan dari bibir Riri membuat sukmanya jadi terperajat. Rupanya Riri adalah kakak senior yang menjadi panitia dalam pembinaan siswa-siswi baru. Sontak saja Lara membalikkan tubuhnya sembari senyum-senyuman.

*

Kemudian Riri menoleh ke arah Lara yang sudah bagaikan patung. Terus pandangan matanya yang tajam meneropong sekeliling pekarangan sekolah, seakan-akan ada seseorang yang dicari. Lantas Riri pamitan pada Lara menuju ke samping sekolah. Usai Riri, datang pula seorang siswi yang ingin bertanya pada Laraswati. Laraswati menceritakan dirinya. Lalu mereka berdua pun berkenalan sampai menjadi teman. Avantika demikian nama siswi yang berada di sampingnya Lara sekarang ini.

*

Satu jam kemudian, pelataran sekolah sudah dipenuhi oleh siswa_ siswi baru. Tapi belum ada aba- aba atau tanda bel untuk berkumpul.

Suasana kondisi sekolah di pagi ini masih terdengar dikuping Lara ribet. Siswa_ siswi pada mondar_ mandir. Demikian juga suara deru motor siswa dari luar pagar yang ingin memarkirkan kenderaannya ke dalam ruang pekarang sekolah. Pagi yang cerah seolah - olah melukiskan semangat baru untuk selalu nenginspirasi diri. Seiring mentari yang kian meninggi. Lara masih terpaku duduk dengan Avantika. Mereka belum berani untuk berkeliling_ keliling ke sekitar lingkungan sekolah . Biasanya memang begitu bawaannya siswa dan siswi baru. Mereka akan terpancar auranya apabila sudah membaur dan aktif dalam suatu kegiatan sakral akan senantiasa terlukis di goresan _Nya.

( Salam literasi )

---------------------------------------------

#Tag_20

#Tagur_ 210

Tantangan menulis hari Ke_302

Gurusianer menulis hari Ke_506

#Kamisu, 20_01_2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post