Suka di Hati Lara
( Bagian 8 )
Perjalanan waktu pulang kampung tak terasa bagi Lara. Karena setiap naik bus kebiasaannya selalu tidur. Untung kneknya mau bersorak dengan mengatakan, hanya sampai di sini. Lara baru tersentak dan Ia tak menyadari bahwa sesungguhnya Ia sudah berada di kampung halamannya sendiri. Semua penumpang sudah turun. Segera Lara mengemasi barang _ barang yang telah tercecer di bawah kursi di mana tempat Ia duduk. Lalu turun dari bus dan berpapasan dengan supir yang ingin kembali naik untuk menyisiri setiap bangku penumpang. Jika ada barang penumpang yang tinggal secepatnya diberitahukan oleh knek. Sang Supir tiba-tiba menyapa Lara.
" Bagaimana Neng tertidur, ya?" sapa Supir sambil menaiki bus.
" Ya, Pak. biasa," jawab Lara datar. Kemudian berjalan menyusuri jalan dan keluar dari pagar kecil. Pancaran suka hati Lara terlihat senang karena sebentar lagi akan berjumpa dengan Ayah Bundanya.
*
Sesampainya di rumah. Lara melihat Bundanya sedang menyapu rumah. Dia terkejut dan terheran . Lara malah tersenyum sambil menyapa.
" Bunda Lara pulang , lagi ngapain Bunda?" tanya Lara senang . Namun sebaliknya
Bunda Lara menghentikan kerjaannya.
" Lara... kamu kok cerah amat, Nak, ada apa . Cerita dong sama Bunda?" tanya Ibu muda tersebut, ketika Lara sudah sampai di bibir pintu masuk rumah.
" Sebentar Bunda. Lara minum dulu"' Lara meneguk satu gelas air mineral yang ada di galon. Kemudian duduk di kursi tamu.
" Begini Bunda, Bunda jangan terkejut ya? " sambung Lara meyakinkan Bundanya. Bundanya menatap Lara agak cemas.
" Bunda, Bunda...," Lara terbata menjelaskannya.
" Lara Bunda, di terima di perguruan tinggi jurusan kedokteran, untuk melanjutkan pendidikan, itulah kenapa Lara cerah dan gembira, Bunda senang bukan?" ucap Lara. Kali ini dengan lancar.
Tiba_ tiba Bunda Lara langsung memeluk Lara. Lalu melepaskannya kembali.
" Tapi Nak, jurusan kedokteran mahal biayanya. Bunda sama Ayah tak punya dana untuk membiayai kuliah jurusan itu," jawab Ibu tersebut lemas, sambil mengusap air mata yang mengelompok di netra dengan sarung. Namun secepatnya Lara menenangkan Bundanya.
" Jangan kuatir Bunda. Lara lulus bidik misi," sambung Lara.
" Lara, alhamdullilah Bunda sangat senang Nak, Bunda bangga padamu tak sia-sia perjuanganmu selama ini rajin belajar. Lara tersenyum . Lantas Ayahnya datang.
" Lara, kapan datang?" tanya sang Ayah
" Baru saja Ayah, " jawab Lara. Lalu Lara ceritakan tentang kelulusannya di perguruan tinggi. Ayah Lara senang sekali. Terus Bunda Lara yang tadi terharu kini kembali tersenyum dan tertawa. Sekarang , apa yang didambakan Lara terkabul sudah bisa melihat Ayah Bundanya bahagia.
" Ya, Allah inilah kebahagiaan yang aku dambakan selama ini. Aku suka dan ingin melihat Ayah Bundaku bisa tersenyum. Terima kasih ya Allah. Aku suka dan Aku bahagia.Terima kasih. Lara bermonolog sendiri.
( Tamat )
-------------------------------------------------
#Tag.26
#Tagur_216
Tantangan menulis hari Ke_308
Gurusianer menulis hari Ke _510
#Cerpen Ke _12 di MGI
Rabu, 26_01_2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan