Ketika Musim Merembang Petang
Semburat raja siang membiaskan jingga
Menyiratkan buana mengalah sekejab
Dalam pelukan petang
yang merembang
rindu
*
Kesenduannya
tanpa menyapa
Insan, yang kelelahan
tatkala taqwa menepi
perlahan cakrawala kelam dalam sunyi
Ketika musim merembang petang bukam
elang laut pulang ke sarang
dalam suramnya malam
beriring seterunya bayu
usai mengawai
sehari
*
Malam
bagaikan terduduk
selaksa menunggu pagi
termangu sendu membuai insan
dalam lelap harapkan surya kembali
---------------------------------------------------
Rabu, **(censored)**
#Gurusianer menulis_544
#Puisi Ke_ 255
Tagur_05
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan