Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Pak Guru Pintar tapi Pelupa

Pak Ermandi adalah seorang pengajar pada suatu sekolah. Di samping berperan sebagai fasilitator bagi siswanya, Ia juga teguh pendirian. Sifatnya yang komitmen dan prinsipil dalam bidang keilmuan membuatnya sangat jarang terlihat tersenyum di usianya yang masih muda. Hal itu bukan berarti Ia tidak mau tersenyum tapi kondisi keadaan menuntut Ia harus demikian.

*

Karena keseriusannya dalam mengajar di dalam kelas, tidak sedikitpun ruang celah diberikan untuk para siswa dalam bercanda. Apalagi siswa yang akan tamat. Tidak akan dibiarkannya para siswa yang diajar untuk bersantai_santai. Sebab dari awal belajar semester Pak Ermandi sudah berkata.

" Wahai..Para siswaku, mulai dari sekarang ketika belajar sama Bapak tidak ada yang bercanda, tidak ada yang ribut. Jadi, bila Bapak sudah katakan dari sekarang tidak ada Bapak mendengar sedikitpun suara saat Bapak menjelaskan materi yang tidak kalian pahami, " tegas Pak Ermandi serius. Semua siswa terdiam, suasana dalam hening. Hanya mulut mereka terbuka lebar seraya serempak menjawab.

" Ia Pakkk...!!" jawab para siswa. Terlihat dari raut muka mereka lemas. Pak Ermandi paham akan ekspresi para siswanya seperti itu terutama siswa yang laku_laki.

*

Beberapa jam kemudian , bel istirahat berbunyi. Pak Ermandi bergegas menuju ruang kantor, untuk istirahat mengajar selama 15. 00 menit. Ketika lonceng masuk berbunyi tanpa disengaja oleh piket waktu istitahat terlewatkan 05.00 menit. Karena karakter Pak Erwandi yang berpegang teguh pada komitmen, Pak Ermandi bertanyalah pada Guru yang kebetulan lewat di depannya.

" Pak, Guru piket hari ini siapa ya, Pak," seraya melirik di papan white board . Bapak itu langsung menunjuk pada sebuah daftar.

" Tuh, Pak Ermandi!" sembari berlalu. Pak Ermandi pun tak melihat. Kemudian Ia menoleh kembali pada sumber suara dengan tujuan bertanya lagi, sambil meraba kaca mata di pelipis wajahnya. Pak Ermandi kaget ternyata Ia tidak pakai kaca mata. Lalu kedua lengannya langsung meraba pula pada kantong bajunya ternyata juga tidak ada. Setelah itu baru Ia ingat bahwa usai menjelaskan materi di kelas tadi sempat duduk di kursi dan menaruh kaca matanya di meja. Tanpa melihat Guru yang ada di dalam kantor. Pak Ermandi srcepatnya mengambil tas yang ada di meja. Rupanya kaca matanya tinggal di dalam kelas , pantas saja Ia tidak bisa melihat daftar piket yang ada di papan pengumuman white board.

----------------------------------------------

NB. Pembelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut adalah tidak ada manusia atau sesuatu hal itu yang sempurna di dunia ini. Meskipun secerdik dan sepintar apapun orangnya. Hal tersebut dikarenakan karena kesempurnaan itu hanya milik Tuhan.

Mengejar kesempurnaan hanya akan mambuat kita stres dan akan berdampak tidak baik pada kehidupan yang sedang dijalani. So, jangan mencari kesempurnaan. Lakukan saja yang terbaik. Walau tidak akan sempurna, yang terpenting sudah melakukan hal yang baik dan dapat berefek positif bagi orang lain.

----------------------------------------

Senin, 21 _03_2022

#Gurusianer menulis_556

#Tagur_17

Salam literasi !

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post