Meniti Bayang - Bayang Hari nan Fitri
Malam pertama Ramadan Dzakkiya dan Diana pun menepati janjinya, untuk salat tarawih bersama-sama. Mereka salat tarawih dekat Mesjid rumah Dzakkiya. Dalam perjalanan Dzakkiya membuka suara.
" Diana..ada terbawa nggak buku amaliyah ramadannya?" Tanya Dzakkiya dengan tenang.
" Ada, memang kenapa ?" Diana bertanya balik pada Dzakkiya.
" Tidak, cuma bertanya saja, jangan...jangan... tidak terbawa olehmu," jawab Dzakkiya sembari melirik pada tas yang dibawa Diana.
" Mantap kalau begitu," Dzakkiya menjawab dengan menyemangati.
*
Setelah mengambil udhuk. Dzakkiya dan Diana salat sunat dulu. Kemudian salat Isha bersama mengikuti Imam. Selanjutnya, yang ditunggu_tunggu oleh Dzakkiya dan Diana yakni ceramah agama. Tetiba dalam suasana kesenyapan. Diana pun membisikkan sesuatu pada Dzakkiya, seraya mengambil buku amaliyah ramadan ke dalam tasnya.
" Dzakkiya , di buku amaliyah Ramadan ini, kita isi dengan yang point-pointnya saja, bukan?" ujar Diana.
" Ia, yang point- piintnya saja, " jawab Dzakkiya.
" Oke, kamu pinter banget, deh!" canda Diana sambil tersenyum.
Diana tampaknya suka guyon juga pada sahabatnya itu. Dzakkiya pun balas dengan senyuman . Mereka laksana sahabat yang tak bisa dipisahkan.
*
Usai salat Diana mentraktir Dzakkiya makan bakso. Namun Dzakkiya menolaknya. Diana bertanya apa alasannya tidak mau ditraktir.
" Dzakkiya, kenapa nggak mau diajak makan bakso, kan aku yang traktir?" ajak Diana dengan ikhlas.
" Bukan masalah itu Din, tadi mau akan ke mesjid, aku baru siap makan," tegas Dzakkiya .
" Oh, begitu.. ya sudahlah, sekarang aku mau tanya lagi nih, lebaran nanti rencananya mau kemana? " tanya Diana
" Belum juga tahu, masih dalam pikiranku," jawab Dzakkiya kembali.
Tatkhala mereka asyik bercakap, mendadak Adelia datang. Kedua sahabat itu sempat kaget. Mengapa tidak? Karena rumah Adelia agak jauh dari rumah mereka. Akan tetapi mengapa tahu_ tahunya sudah di sini. Adelia pun mulai membuka suara.
" Dzakkiya...aku buru_buru nih, kemarin aku sempat bersua dengan Yodi katanya Ia mau minta maaf," tutur Adelia dengan nafas yang tersengal-sengal layaknya mak comblang. Seketika, kedua sahabat itu jadi kaget.
(Bersambung )
--------------------------------------
Rabu, **(censored)**
#Gurusianer menulis_572
#Tagur_33
#Cerpen Judul Ke_ 13 di MGI
#Salam literasi !
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan