Meniti Bayang - Bayang Hari nan Fitri
Sesampai di ruang keluarga. Dzakkiya melihat Ibunya sedang membersihkan toples-toples kosong yang terbuat dari kaca. Sang Ibu berdiri di dekat meja makan. Dzakkiya tahu jika Ibunya membersihkan toples-toples sudah pasti pertanda besok Ibunya akan membuat kue lebaran. Lantas dengan perlahan-lahan, Dzakkiya mendekati Ibunya dan menyapa.
" Bu...Ibu... belum tidur Bu?" Sapa Dzakkiya dengan datar. Si Ibu membalikkan badannya.
" Ya, Nak..belum ," jawab wanita itu dengan senyuman
" Bu, Dzakkiya mau bertanya sesuatu boleh nggak Bu ,?" tanya Dzakkiya tanpa ragu .
" Boleh Nak, memangnya ada apa, mengapa belum tidur?" Wanita itu kini menoleh ke arah gadis si mata wayangnya.
" Kapan ya Bu, Dzai bisa dibelikan baju lebaran ?" Dzakkiya bertanya dengan penuh harap.
" Yach, nantilah ya Nak.. setelah kue lebaran Ibu selesai dibuat, paling cepat dalam tiga hari ini," jelas wanita muda itu untuk menyakinkan putrinya agar bisa mengerti..
" Alhamdullilah, syukurlah Bu, kalau begitu, Dzakkiya tidur duluan ya, Bu ?" Kemudian Dzakkiya menuju ke kamarnya dan menutup pintu.
*
Baru saja Dzakkiya sampai di kamar. Tiba-tiba gawainya berdering. Dzakkiya melirik pesan yang masuk pada layar monitor, ada chat yang masuk . Karena penasaran, netranya lebih serius lagi menatap tulisan yang ada di monitor pada gawai sambil duduk di tepi tempat tidur, ternyata bunyinya " Maafkan saya ya, Dzakkiya !!!??
Dzakkiya terperajat bagaikan kerbau terkejut oleh gung. Ia heran dan bertanya-tanya di dalam hati , mengapa ada nomor yang tidak dikenal ada pada kontak gawainya. Padahal setiap nomor yang ada Ia selalu beri nama. Akan tetapi yang masuk sekarang ini. tidak jelas indentitasnya dari siapa.
*
Oleh sebab itu, untuk memastikan kekhawatiran dirinya. Dzakkiya mencoba menghubungi sahabatnya Diana. Guna menanyakan apakah Diana pernah memberikan nomornya pada orang lain, yang tidak dikenalinya. Jawaban dari Diana mengecewakan Dzakkiya dengan mengatakan bahwa tidak pernah memberikan nomor Dzakkiya pada siapapun. Karena tidak mendapatkan jawaban. Dzakkiya akhirnya menaruh gawainya di tempat tidur. Ia berusaha memejamkan mata dan yangsudah berasa terkantuk-kantuk. Akhirnya Dzakkiya tertidur juga hingga sahur. Salat subuh selanjutnya Ia tidur kembali.
*
Esok hari ketika mentari menyeruakkan pendarnya melewati ventilasi jendela. Menerpa wajah Dzakkiya yang oval. Pada camin jendela yang dibaluti embun- embun rindu akan surya.. Mungkin beberapa saat lagi akan memudar. Kembang di taman yang menguncup semalam, akan merekah menyapa pagi. Seiring itu, Dzakkiya terjaga dari buaian istrahatnya yang panjang. Badannya mulai terasa segar. Namun, ketika jemarinya menyentuh gawai yang tergeletak di pembaringan. Kembali chat misterius itu lagi yang datang menggoda . Dzakkiya tak mengubrisnya karena jika Ia genggam Ia takut. jika dilepas Ia terbang. Kegelisahan ingin mengetahui siapa yang mengirim chat tersebut. Segera akan terjawab, seandainya Ia meminta nomor Adelia pada Diana.
*
NB. Pembelajaran yang bisa dipetik dari cerita di atas adalah Perlunya hati-hati bila ada nomor yang tidak dikenal masuk ke HP kita. Jika tidak dikenal sebaiknya diblokir saja.
----------------------------------------
Jumat, **(censored)**
#Gurusianer menulis_574
#Tagur_35
#Cerpen Judul Ke_ 13 di MGI
#Salam literasi !
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan