Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Meniti Bayang Bayang Hari Nan Fitri

Dzakkiya baru tahu bahwa yang menyentuh pundaknya dari belakang ternyata Diana.

" Aduuuh, Diana... kamu sih bikin aku kaget aja. Ia, aku sudah tahu kok, lusa kita akan libur puasa Ramadan," ungkap Dzakkiya dengan sebel sembari menepiskan tangan Diana dari pundaknya.

" Sepertinya hawa Ramadan sudah mulai terasa ya, Dzakkiya dan sang surya sudah mulai menyengat ," Kini dengan lirih Diana membuka suara, sambil duduk berhadapan dengan Dzakkiya.

Dzakkiya membalas dengan diam terus melanjutkan lumatan makanan yang sudah ada di rongga mulutnya. Suasana hening sesaat. Mereka berdua tak lagi bicara.

*

Namun setelah itu.

Kring...Kring...Kring. Bel sekolah berbunyi. Dari kejauhan. Pak Surya terlihat memencet bel sebanyak 5 kali. Pertanda bel itu, para siswa-siswi harus berkumpul. Bahkan tanpa diperintah mereka telah berdiri di depan sekolah. Tak terkecuali Dzakkiya dan Diana mereka juga bergabung bersama mereka. Ketua OSIS mulai menyiapkan barisan. Sementara itu salah seorang Guru muncul di depan mengambil microfon guna memberitahukan kepada siswa tentang libur Ramadan, serta kapan harus kembali ke sekolah. Begitu juga dengan Ibu Wali kelas. Mereka juga ikut ambil bagian dengan membagikan buku kepada siswa binaannya.

Setelah pengumuman libur Ramadan disampaikan. Lantas para siswa membubarkan diri mereka untuk pulang ke rumah masing - masing.

*

Pada cakrawala tampak sang raja siang mensiarkan keagungannya. Seiring waktu sinarannya yang kian meninggi. Teriknya yang menyengat membawa kepedihan pada kulit. Dzakkiya membuang dua bulir keringat yang jatuh menempel di lengannya. Mereka tampak sudah berada di luar pekarangan sekolah. Mereka beriringan menelusuri jalan setapak. Kedamaian mereka berdua menelusuri jalan semakin indah dipandang . Karena Di sepanjang perjalanan berjejeran pohon nyiur. Sejenak ada keteduhan menutupi perjalanan mereka dari baranya raja siang.

*

Ketika tiba di bengkolan. Sebuah motor yang dikendarai oleh salah seorang siswa, melaju dengan kencang. Hampir saja menyerempet lengan Dzakkiya bagian kanan. Akan tetapi Untung saja Diana cepat menarik tubuh Dzakkiya. Bila tidak, mungkin Dzakkiya sudah tersungkur ke aspal. Diana berteriak dan memaki pemotor yang sudah tidak kelihatsn batang hidungnya...

" Oii,..Bawa motor punya mata atau nggak, sialan !" Teriak Diana pada pemotor tersebut.

( Bersambung )

--------------------------------------------

Senin, **(censored)**

#Gurusianer menulis_570

#Tagur_31

#Cerpen Judul Ke_ 13 di MGI

#Salam literasi !

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post