Meniti Bayang - Bayang Hari nan Fitri
Apa yang dilakukan Diana hanya sia-sia belaka, karena pemotor keburu sudah menghilang.Sementara itu di belakang mereka ada seorang siswi berlari_lari kecil mendekati Dzakkiya dan Diana. Ia berteriak-teriak memanggil nama mereka berdua.
" Dzakkiya, Diana...tunggu!" Teriak siswi itu. Sontak langkah Dzakkiya dan Diana terhenti. Mereka berdua memalingkan wajah ke belakang.
" Yaa..ada apa Adeliaa...kok teriak- teriak sih?" Jawab Diana.
" Itu, Pemotor yang tadi . Dia adalah Yodi Diana. Dia itu, terburu-buru. Karena kakaknya pulang dari rantau. Teman - teman yang ada di belakang juga melihat kok, kamu disamperin motornya Yodi, tadi," ungkap Adelia menenangkan mereka berdua.
" Oh, begitu...Dikirain siapa, tu cowok. Ya dah, terima kasih sudah dikasih tahu ya, Adelia?" Sambung Dzakkiya kemudian mereka berdua berbalik arah menuju jalan pulang. Kedua sahabat tersebut melanjutkan perjalanannya. Sedangkan Adelia masih mematung pada pisisinya. Walau sudah diajak Dzakkiya dengan kedipan mata diajak bersama. Adelia menolak Sepertinya ada kawan yang ditunggu Adelia.
*
Sesampainya di depan rumah orangtua Dzakkiya. Mama Dzakkiya kelihatan sedang turun dari tangga pintu masuk rumah mereka.
" Dzakkiya, sudah pulang kah , Nak ?" Tanya Ibunya.
" Sudah, Ma...Sebentar ya, Ma. Dzai ngomong dulu sama Diana," jawab Dzakkiya dengan menoleh sekejab. Kedua sahabat itu kembali terdengar bercakap- cakap.
" Oh ya, Din... nanti salat tarawih rencananya di mana, Din ? Barengan kita yuk, ke Mesjid!" Ajak Dzakkiya
" Boleh, Dzai...tapi salatnya bukan malam nanti ya, kabarnya mulai malam besok. Kita cari Mesjid yang terdekat ya, Dzai. Soalnya, salat Id kita sebaiknya juga di sana," ujar Diana penuh persahabatan.
" Ia benar, ya dah kita bubar ya... malam besok aku hubungi kamu ya, Diana," kembali Dzakkiya meyakinkan perkataannya.
"Oke,..Sampai jumpa," jawab Dzakkiya dan langsung melangkah masuk rumah.
*
Sang waktu terus bergulir seirama dengan raja siang yang meminta kembali istirahat ke peraduannya. Terlihat langit mulai melukis diri, dengan rona jingga yang memesona. Membuat setiap netra yang memandang jadi terpana. Mungkin sesaat lagi akan meredup, dan senja pun menapik raja siang menyapa malam dalam rindu yang membukam kelam.
( Bersambung )
--------------------------------------
Selasa, **(censored)**
#Gurusianer menulis_571
#Tagur_32
#Cerpen Judul Ke_ 13 di MGI
#Salam literasi !
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan