Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Meniti Bayang-Bayang Hari nan Fitri

 

Denting waktu terus melaju seirama masa yang berputar pada porosnya. Tiga hari telah berlalu. Dzakkiya menagih janji pada sang Ibu untuk  membelikan baju lebaran. Keinginan akan hal itu terus menguncang lubuk hatinya karena  terpicu melihat salah seorang  temannya di wa group  yang mengirimkan sebuah gambar model  baju lebaran  yang sedang promo. Akibatnya Dzakkiya jadi teringat akan janji dari  Ibunya.  Walau keinginannya tersebut sangat bertentangan dengan hati kecilnya, yang   tak ingin merepotkan sang Ibu. Karena berpenghasilan yang tidak sama dengan  orangtua Diana seorang pengusaha yang sukses. Selain itu juga masih adanya dua jenis kue yang belum  bisa dibuat Ibu Dzakkiya. Dikarenakan  kondisi  dana yang dimiliki Ibunya  sudah bagaikan condong ditimpal, lemak diaduk. Terpaksa  pembuatan kue tersebut tertunda. 

*

Meskipun  demikian masih terasa ada yang menganjal di hati  Dzakkiya. Dzakkiya ingin  kejelasan dari Ibunya  masih adakah dana atau tidak.  Tetapi Dzakkiya tidak perlu bertanya langsung  masalah finansial itu. Seandainya sang Ibu tidak punya. Dzakkiya tidak akan memaksa Ibunya untuk harus membelikan baju lebaran. Untuk itu Dzakkiya  mencoba memberanikan diri  bertanya pada sang Ibu.

" Bu, maafkan Dzakkiya, bukan Dzakkiya lancang tapi Dzakkiya ingin tahu saja,  jadi nggak Bu, Dzakkiya beli baju lebarannya?" Tanya Dzakkiya memelas. Si Ibu yang sedang asyik memasak  mendadak terkejut, karena Dzakkiya bertanya dari belakang. Bahkan hampir saja wajan berupa  teflon yang dipegangnya hampir terjatuh.

" Oh, Iya...Jadi Nak. Sebelum  kue Ibu buat. Ibu sudah menyisihkan dana untuk membeli baju lebaranmu, Nak, " jawab  Ibu Dzakkiya serius. Besok jika Dzakkiya jadi beli baju lebaran, Ibu bisa antar Nak,  bagaimana?" Jawab Si Ibu  lirih. Mendengar jawaban sang wanita  itu,  Dzakkiya baru merasa tenang.

" Ia, Bu...Dzakkiya mau sama Ibu, aja," ujar Dzakkiya sembari mencuci piring di wastapel.

*

Setelah menyiapkan piring untuk makan malam di meja. Dzakkiya duduk sejenak di meja belajarnya. Sesudah itu tiba-tiba gawainya berdering.

"" Kring...kring...kring...Dzakkiya langsung angkat.

" Wallaikum Salam, Diana .. nggak jadi deh, kita sama-sama beli baju lebarannya. Aku bersama Ibu saja jadinya, nggak apakan?" Kata Dzakkiya . Selanjutnya terlihat Dzakkiya memanggut-manggutkan kepala, mungkin itu isyarat bahwa mereka berdua sepakat dengan apa yang dibicarakan HP.

 

--------------------------------------

Senin, 11 _04_2022

#Gurusianer menulis_577

#Tagur_38

#Cerpen Judul Ke_ 13 di MGI

#Salam literasi !

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post