Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Nestapa Berselubung Kasih

Pagi ini cuaca cerah meski dirgantara melukis mega putih yang berarak sedang mengitari sang surya . Seiring itu raut- raut imut nan cantik serta wajah yang tampan masih hilir -mudik dipapah rayuan suasana. Ciara menapaki jalan futuristik yang berada di antara ruang-ruang belajar sembari tersenyum. Sesekali juga terlontarkan suaranya yang merdu, ketika ada sapaan dari para teman yang berpapasan dengannya.. Sesampainya di ruang jurpil, langkahnya terhenti. Padangannya nanar melirik sekitar. Sontak ada kecamuk yang melintasi palung hatinya. Tatkala memandang sekeliling ruangan tersebut. Seolah-olah ada yang dipikirkan dibenaknya. Akan tetapi, hal itu tidak kunjung tiba . Ciara lalu menghenyakkan dirinya di bawah pohon akasia, yang sengaja di bangun untuk tempat duduk. Pagi ini pohon itu seakan - akan mengucapkan salam isyarat pada Ciara dengan melambai-lambaikan laman pateranya saat ditiup oleh sang bayu.

***

Nun di sudut sana, ada penjaga kantin lagi asyik memberes_bereskan meja, agar terlihat bersih dikunjungi pembeli. Dua orang mahasiswi pun datang dan langsung bercengkerama. Akan tetapi tak terdengar perbincangan apa yang mereka bicarakan. Sementara itu, ada pula sekelompok mahasisiswi yang duduk di pojok peristirahatan taman. Mereka sepertinya ingin terlindung dari teriknya mentari yang akan menyeruakan pendarnya. Dari roman muka mereka sekali_kali terpancar senyuman. Selaksa menikmati indahnya suasana pagi.

***

Di pintu pagar masuk campus masih terlihat berseliweran kenderaan yang ingin keluar masuk dengan tujuan bahwa mereka akan melaksanakan tanggungjawab masing sesuai lakon diri. Tetiba

ada yang menyapa Ciara.

" Hei, Ciara selamat pagi," tegur salah seorang mahasiswi yang dikenali oleh Ciara.

" Selamat pagi juga , Tharya," Ciara menjawab sambil netranya clingak-clinguk kian kemari.

" Kok, bengong cari siapa Ciara , Andika ya?" Tharya mencoba menebak jalan pikiran Ciara.

" Ia dong...Kamu lihat nggak Thar...sudah datang apa belum ?" Ciara balik bertanya.

" Sepertinya, nggak, deh!" jawab Tharya seraya mengangkat pundaknya.

------------------------------

Sabtu, 23 _04_2022

#Gurusianer menulis_559

#Cerpen Judul Ke_14 di MGI

#Tagur_50

#Salam literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post