Problematik Pembelajaran Daring Perlu Memperhatikan Karakteristik Siswa ( Sebentuk Kisah
Sebagai seorang pendidik untuk melaksanakan metode /Strategi pembelajaran secara daring Bu Hanni boleh dikatakan sebagai seorang pendidik yang berkategori kreatif, apalagi memberikan pembelajaran secara daring. Itu tidaklah sulit baginya. Bu Hanni bukan orang yang sombong. Akan tetapi, masalahnya bagi siswa yang diajar oleh Bu Hanni. Bagi siswa belajar daring merupakan menjadi suatu beban bagi mereka, terutama bagi pihak orang tuanya yang tak mampu .
Mengingat akan hal itu, Bu Hanni tidak pula memaksa. Karena sebagai seorang pendidik Bu Hanni sangat perlu memperhatikan latar belakang ekonomii para siswa yang dibimbingnya karena ada yang berbeda - beda. Namun, untuk memotivasi mereka dalam menggunakan teknologi dalam belajar secara daring sudah pernah dilakukan oleh Bu Hanni, dengan mencoba mengirim link zoom di grup wa membuka pendaftaran agar siswa belajar mengikuti pembelajaran secara daring melalui zoom. Namun, reaksi dari siswa Bu Hanni tidak ada. Reaksi dari mereka cuma diam sambil mengisi daftar hadir. Melihat reaksi siswa demikian, lantas Bu Hanni tidak kehilangan akal. Ia mencoba menghubungi siswanya secara pribadi. Alhasil , jawaban daripiada siswa yang ditanya Bu Hanni bermacam - macam, ada yang menjawab paketnya habis. Ada yang menjawab HPnya dipakai kakaknya. Lalu ada pula yang alasannya orangtua mereka tidak ada uang untuk membeli pulsa. Terus yang membuat hati Bu Hanni paling nyesek adalah ada siswa yang menjawab dengan bertanya balik dengan kalimat Ibu siapa ? Kok kasih tugas pada saya. Oh,ternyata yang memeggang HP rupanya adalah orangtua siswa Bu Hanni.
Mendengar jawaban dari siswa tersebut, Bu Hanni pun jadi trenyuh. Timbul dalam pikirannya, bahwa untuk tidak memaksakan para siswanya untuk belajar daring. Lagi pula hal yang sama juga dialami oleh teman Bu Hanni. Sehingga Bu Hanni pun mengambil kesimpulan secara pemikiran mengajar dan mendidik itu perlu memperhatikan karakteristik siswa dan materi ajar yang diberikan harusnya sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa. Sehingga proses interaksi pembelajaran berjalan dengan baik. Begitu ilmu mendidik yang pernah diperoleh oleh Ibu Hanni. Singkat cerita Bu Hanni akhirnya mengajar secara luring dan adapula daring tapi dengan wa dalam bentuk tagihan tugas Bu Hanni berikan, sebagai bentuk pengingat agar siswa tidak lupa dengan tugas yang sudah diberikan. Semoga kisah ini bisa menjadi sebuah pembelajaran bersama..
----------------------------------------
Minggu _ 20 _06_2022
#Tagur_ 38
#Gurusianer menulis _650
#Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan