Ilmu yang Bermanfaat Tertanam dalam Hati Tergambar dari Perkara - Perkaranya
Bersyukurlah bagi orang yang punya ilmu membagi ilmu yang dimilikinya pada orang lain dengan tulus hati. Sehingga ketulusan yang terpancar dari lubuk hatinya bisa membuat orang lain jadi terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Rasa yang tulus memang tidak ada unsur yang memerintah. Akan tetapi karena hati yang dimiliki seseorang untuk menggerakannya agar ada kemauan untuk diperintah. Tetapi ironisnya, ada orang yang sudah diberi ilmu tapi disimpan saja ilmunya di atas meja. Ia tidak tularkan kepada orang lain. Tidak berniat menelaahnya. Lantaran apa? Berkemungkinan keberterimaan ilmu tersebut belum dalam, atau tidak berani karena takut dikatakan salah. Padahal sejatinya ilmu yang diperoleh perlu dan bahkan wajib orang lain mendapatkannya. Malahan tanpa diminta wajib diberitahu. Sebut saja orang yang memiliki hati yang tulus berbagi ilmu seperti itu adalah memiliki sifat yang amanah.
Berdasarkan pengamatan tersebut Muhammad bin 'Ali al-Tirmidzi pun juga pernah berkata bahwa, "Ilmu yang bermanfaat itu adalah ilmu yang tertanam di dalam dada (hati) dan yang mampu menggambarkan baik perkara-perkaranya. Yang demikian itu bermaksud, bahwa bilamana seberkas cahaya bersinar di dalam hati, maka gambaran cahaya yang ada di hati seseorang tersebut akan tergambar jelas perkara-perkaranya dalam bentuk amalan baik lisan maupun dalam bentuk tulisan. Sehingga mengakibatkan ia fokus berpikir mengerjakan perkara yang baik dan menjauhi perkara yang buruk tanpa unsur keterpaksaan dari orang lain. Lalu ilmu perkara yang baik tersebut dimplementasikannya dalam kehidupan sehari_hari.
Oleh karena gambaran ilmu dari cahaya hati dari seseorang, hal itu akan jelas dengan tanda -tanda keluarnya menuju dada yakni tanda - tanda petunjuk yang sangat jelas, hitam putih duduk perkaranya. Yang salah dikatakan salah dan yang putih akan Ia bilang putih ketika membagikan proses gambaran ilmu yang dimaksud. Pada dasarnya orang yang membagi ilmu tulus hati sebelumnya tak memikirkan tentang harkat apalagi yang namanya tahta. Jadi jika ada yang ingin duduk di kursi tahta ataupun tidak, hal itu jelas akan terlihat dari perkara hatinya yang terucap.
-----------------------------------
Rabu_ **(censored)**
#Tagur_ 54
#Gurusianer menulis _666
#Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan