Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Gegara Usil Terus dengan Urusan Teman

Suatu ketika tatkala Bu Santi mengajarkan  menulis  pidato pada siswanya.  Seorang siswa menghadap  Bu Santi maju ke depan terus temannya yang di sebelah duduk dengannya menyusul dari belakang.

" Bu, mau tanya Bu," sambil menyodorkan tugas kehadapan Bu Santi. Bu Santi menoleh pada siswa tersebut.

" Ya, boleh Dino, ada apa ?"

" Bolehkan Bu, kalau pidato diberi pantun ?"

" Ya, boleh malahan lebih bagus, supaya menarik, coba bagaimana bunyi pantunnya?" jawab Bu Santi terbuka dan penasaran. 

" Begini , Bu," Dino mulai membacakan pantunnya  dengan gestur tapi belum ada suara. Bu Santi menunggu dengan seksama. Namun, apa dikata  belum satu menit dengan raut muka yang masih bingung. Dino kembali berkata.

" Tunggu Bu, hilang lagi idenya " jawab Dino dan kembali ke tempat duduk dengan muka agak malu. Ternyata pantun Dino belum siap.  Bu Santi mengeleng-gelengkan  kepalanya sambil tersipu dan melanjutkan menulisnya. Sedangkan Dino dan Judi  kembali ke tempat duduk.

Di tempat duduk.

Tetiba  Judi berkata.

" Ah, kamu ada - ada saja tadi  Dino, iseng aja sama Ibu," katanya seolah- olah kesal

" Benar,  Jud.. tadi sebelum ke meja Ibu, saya hafal pantun  itu,"  Dino menyakinkan Judi.

Mereka berdua kemudian melanjutkan tugas . Sudah satu jam belangsung. 

Ibu Santi lalu berkata pada siswanya.

" Ananda , apakah sudah siap bagian pengenalan isunya," dalam posisi berdiri Bu Santi memberi perintah pada siswanya.

" Sudah, Bu ," jawab Dino.

" Belum, Bu," jawab salah seorang siswa perempuan dengan  suara agak mengecil.

"  Waktu kita belajar masih panhang jadi tolong tulisannya dengan rapi ditulis ke kertas portofolio, ya?" tegas Bu Santi.

" Ya, Buuu," siswa menjawab serempak.

~

Dalam suasana diam . Dino  maju lagi ke depan. Demikian juga Judi mengikuti Dino dari belakang sehingga Dino kesal pula dibuatnya sepertinya Judi ingin tahu terus dengan urusan Dino.

" Ahk...Kamu ikut aja terus Jud ingin tahu saja dengan urusanku ," tukas Dino dengan kesal  sama  Judi. Dino hanya diam. Ia  terus mengikuti Dino menghadap Bu Santi. 

" Bu, ini pantunnya !" kata Dino sambil memperlihatkan pada Bu Santi.

" Ya, coba Dino baca, Ibu dengar !" perintah Bu Santi.

" Baik, Bu ," Dino membaca pantunnya yang dibuat.

" Pak Mamat membeli tomat, apa kabar  dan selamat ,"  selesai membaca Dino  melihat Bu Santi.

" Bagaimana, Bu.. pantun saya bagus kan Bu?" tanya Dino  pada Bu Santi

" Bagus, cuma pantun Dino singkat sekali sebenarnya ciri-ciri pantun itu ada empat baris, " jawab Bu Santi seraya tersenyum. Namun Judi malahan yang tertawa. 

" Judiii, kamu pandainya mentertawain aja, apa yang saya buat. Punya kamu mana?" timpal Dino dengan muka memerah. Judi bukam romannya menghitam suram.

" Ya , sudah..diperbaiki lagi Dino ya dan kamu Judi ingin tahu terus dengan urusan Dino nggak baik sikap demikuan, tugas Judi mana , pinter menilai teman saja, ayo kembali ke tempat duduk, lanjutkan tugasnya!" perintah Bu Santi dengan tegas. Dino kini akhirnya yang balik tertawa dan teman yang lain melihat Judi kena timpal Bu Santi pun jadi tertawa juga dalam hati.

 

-------------------------------------------

Minggu_11_ 09_ 2022

#Tagur_ 122

#Gurusianer menulis _733

#Salam literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post