Gegara Usil Terus dengan Urusan Teman
Suatu ketika tatkala Bu Santi mengajarkan menulis pidato pada siswanya. Seorang siswa menghadap Bu Santi maju ke depan terus temannya yang di sebelah duduk dengannya menyusul dari belakang.
" Bu, mau tanya Bu," sambil menyodorkan tugas kehadapan Bu Santi. Bu Santi menoleh pada siswa tersebut.
" Ya, boleh Dino, ada apa ?"
" Bolehkan Bu, kalau pidato diberi pantun ?"
" Ya, boleh malahan lebih bagus, supaya menarik, coba bagaimana bunyi pantunnya?" jawab Bu Santi terbuka dan penasaran.
" Begini , Bu," Dino mulai membacakan pantunnya dengan gestur tapi belum ada suara. Bu Santi menunggu dengan seksama. Namun, apa dikata belum satu menit dengan raut muka yang masih bingung. Dino kembali berkata.
" Tunggu Bu, hilang lagi idenya " jawab Dino dan kembali ke tempat duduk dengan muka agak malu. Ternyata pantun Dino belum siap. Bu Santi mengeleng-gelengkan kepalanya sambil tersipu dan melanjutkan menulisnya. Sedangkan Dino dan Judi kembali ke tempat duduk.
~
Di tempat duduk.
Tetiba Judi berkata.
" Ah, kamu ada - ada saja tadi Dino, iseng aja sama Ibu," katanya seolah- olah kesal
" Benar, Jud.. tadi sebelum ke meja Ibu, saya hafal pantun itu," Dino menyakinkan Judi.
Mereka berdua kemudian melanjutkan tugas . Sudah satu jam belangsung.
Ibu Santi lalu berkata pada siswanya.
" Ananda , apakah sudah siap bagian pengenalan isunya," dalam posisi berdiri Bu Santi memberi perintah pada siswanya.
" Sudah, Bu ," jawab Dino.
" Belum, Bu," jawab salah seorang siswa perempuan dengan suara agak mengecil.
" Waktu kita belajar masih panhang jadi tolong tulisannya dengan rapi ditulis ke kertas portofolio, ya?" tegas Bu Santi.
" Ya, Buuu," siswa menjawab serempak.
~
Dalam suasana diam . Dino maju lagi ke depan. Demikian juga Judi mengikuti Dino dari belakang sehingga Dino kesal pula dibuatnya sepertinya Judi ingin tahu terus dengan urusan Dino.
" Ahk...Kamu ikut aja terus Jud ingin tahu saja dengan urusanku ," tukas Dino dengan kesal sama Judi. Dino hanya diam. Ia terus mengikuti Dino menghadap Bu Santi.
" Bu, ini pantunnya !" kata Dino sambil memperlihatkan pada Bu Santi.
" Ya, coba Dino baca, Ibu dengar !" perintah Bu Santi.
" Baik, Bu ," Dino membaca pantunnya yang dibuat.
" Pak Mamat membeli tomat, apa kabar dan selamat ," selesai membaca Dino melihat Bu Santi.
" Bagaimana, Bu.. pantun saya bagus kan Bu?" tanya Dino pada Bu Santi
" Bagus, cuma pantun Dino singkat sekali sebenarnya ciri-ciri pantun itu ada empat baris, " jawab Bu Santi seraya tersenyum. Namun Judi malahan yang tertawa.
" Judiii, kamu pandainya mentertawain aja, apa yang saya buat. Punya kamu mana?" timpal Dino dengan muka memerah. Judi bukam romannya menghitam suram.
" Ya , sudah..diperbaiki lagi Dino ya dan kamu Judi ingin tahu terus dengan urusan Dino nggak baik sikap demikuan, tugas Judi mana , pinter menilai teman saja, ayo kembali ke tempat duduk, lanjutkan tugasnya!" perintah Bu Santi dengan tegas. Dino kini akhirnya yang balik tertawa dan teman yang lain melihat Judi kena timpal Bu Santi pun jadi tertawa juga dalam hati.
-------------------------------------------
Minggu_11_ 09_ 2022
#Tagur_ 122
#Gurusianer menulis _733
#Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan