Lika-liku Membelajarkan Metode Pidato pada Siswa
Keterampilan berpidato merupakan sesuatu yang rumit bagi seorang siswa. Rumitnya itu karena mereka tidak diperbolehkan melihat naskah yang telah mereka buat sendiri. Berkenaan karena metode yang dipilih guru untuk siswa yang cocok guna melatih keberanian siswa dan menanamkan rasa percaya diri dalam berpidato yakni dengan menggunakan metode memoriter. Di mana pada metode ini siswa musti menghafal dulu naskahnya dirumah. Maka karena hal itu, terkadang ada siswa yang mengelak dengan alasan belum siap, walaupun sudah mencabut lotting untuk supaya tidak mengelak. Namun guru tidak hilang akal untuk mengantisipasi hal tersebut, seorang guru menaikkan nomor berikutnya agar siswa yang bersangkutan ada waktu untuk menghafal kembali. Sebaliknya, ada pula sebagian siswa yang memiliki sifat optimis mereka berusaha semampunya agar bisa tampil tanpa melihat naskah dengan percaya diri di depan.
Untuk maju ke depan agar siswa berani tampil orang tua dulu sering memberi pepatah dengan melontarkan kalimat " Berani karena benar, takut karena salah" sebagai motivasi, atau saat guru menyelesaikan perselisihan di antara siswa mereka. Namun , kata itu sepertinya kurang tepat untuk diterapkan dalam belajar berpidato. Dengan begitu cocoknya mungkin " takut karena benar" , begitulah kira - kira. Meski guru zaman now acap juga mengatakan kalimat seperti itu pada siswanya. Tapi karena berpidato sesuatu hal yang sulit bagi siswa, gurunya terpaksa sabar menunggu.
Untuk itu dalam berpidato butuh waktu cukup lama dan bertahap. Makanya, tidak salah siswa mengelak tapi jangan kebablasan mengelak. Karena pada saat masuk kompetensi dasar berpidato siswa sudah mulai memahaminya dari proses pembuatan naskah. Pada saat itu siswa dapat sekaligus membaca dan merenungkan isi pesan yang akan disampaikan karena ada ditunjang juga dengan buku rujukan atau referensi yang dipinjam di perpustakaan, bukan dicopy paste oleh mereka dari internet, namun tetapi naskah pidato dibuat oleh siswa sendiri. Oleh sebab itu tentu tidak menyulitkankan siswa dalam membuat dan memahami materi yang akan disampaikannya untuk bisa maju ke depan dan rasanya siswa tidak mungkin mengelak untuk tidak tampil. Alhasil memang benar satu jam menjelang akhir pembelajaran siswa yang ditangguhkan nomornya ternyata tampil juga ke depan. Alhamdullilah.
-------------------------------------
Selasa_ 20 _ 09_ 2022
#Tagur_ 131
#Gurusianer menulis _742
#Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan