Alina Said, S.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Lika-liku Membelajarkan Metode Pidato pada Siswa

Keterampilan berpidato merupakan sesuatu yang rumit bagi seorang  siswa.  Rumitnya itu karena  mereka tidak diperbolehkan melihat naskah yang telah mereka buat sendiri.  Berkenaan karena metode yang dipilih guru untuk siswa yang cocok guna  melatih keberanian siswa   dan  menanamkan rasa percaya diri dalam berpidato yakni dengan menggunakan metode memoriter.  Di mana pada metode ini siswa musti menghafal dulu naskahnya  dirumah. Maka karena hal itu, terkadang  ada siswa yang mengelak dengan alasan belum siap, walaupun sudah mencabut lotting untuk supaya tidak mengelak.  Namun guru tidak hilang akal untuk mengantisipasi hal tersebut,  seorang guru  menaikkan nomor berikutnya agar siswa yang bersangkutan ada waktu untuk menghafal kembali. Sebaliknya,  ada pula sebagian siswa yang memiliki sifat optimis mereka  berusaha semampunya agar bisa tampil tanpa melihat  naskah  dengan  percaya diri di depan. 

Untuk maju ke depan agar siswa berani tampil orang tua dulu sering memberi pepatah  dengan melontarkan kalimat " Berani karena benar, takut karena salah"  sebagai motivasi, atau saat guru menyelesaikan perselisihan di antara siswa mereka. Namun ,  kata itu sepertinya kurang tepat untuk diterapkan  dalam belajar  berpidato. Dengan  begitu cocoknya mungkin " takut karena benar" ,  begitulah kira - kira. Meski guru zaman now acap juga mengatakan kalimat seperti itu pada siswanya. Tapi karena berpidato sesuatu hal yang sulit bagi siswa,  gurunya terpaksa sabar menunggu.

Untuk itu dalam berpidato  butuh waktu cukup lama dan bertahap. Makanya, tidak salah siswa mengelak tapi jangan kebablasan mengelak. Karena pada saat masuk kompetensi  dasar berpidato siswa sudah mulai memahaminya dari proses pembuatan naskah. Pada saat itu siswa dapat sekaligus membaca dan   merenungkan isi pesan yang akan disampaikan karena ada ditunjang  juga dengan buku rujukan atau referensi yang dipinjam di perpustakaan, bukan  dicopy paste oleh mereka dari internet, namun tetapi naskah pidato dibuat oleh siswa sendiri. Oleh sebab itu tentu tidak menyulitkankan   siswa dalam membuat dan  memahami materi yang akan disampaikannya untuk bisa  maju ke depan dan  rasanya siswa  tidak  mungkin mengelak untuk tidak tampil. Alhasil memang benar  satu jam menjelang akhir pembelajaran siswa yang ditangguhkan nomornya ternyata   tampil juga  ke depan. Alhamdullilah.

 

-------------------------------------

Selasa_ 20 _ 09_ 2022

#Tagur_ 131

#Gurusianer menulis _742

#Salam literasi

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post