Pergelutan dalam Hujan Deras
Siang ini Riani benar - benar nyesek banget. Motor yang dikenderai bahan bakarnya habis apalagi disertai dengan hujan yang turun dengan derasnya tanpa permisi. Ia terpaksa berhenti dan menyeberangi jalan untuk berteduh di sebuah bengkel. Sedangkan motornya dibiarkan diguyur hujan deras. Sudah satu jam Riani menunggu, namun hujan tak juga reda. Riani terpaksa nekat menembus derasnya hujan dengan jalan kaki menapaki jalan tanjakan untuk membeli bahan bakar di puncak pendakian. Riani tak mempedulikan lagi badannya yang sudah basah kuyub.
Kejadian seperti ini sudah dua kali Riani hadapi, mengendarai motor dalam keadaan kekeringan. Semua itu karena dalam kesehariannya terlalu sibuk dan selalu diburu waktu. Sehingga Riani lupa mengisi bahan bakar motor, yang boros bensin itu. Apa boleh buat Riani terpaksa bergelut menikmati derasnya hujan supaya bisa mendapatkan bahan bakar minyak. Ia tak mempedulikan lagi badannya yang sudah basah kuyub yang sudah terlanjur basah ya mandi sekalian.
Sesampai Riani di puncak jalan tanjakan yang dilalui ternyata bensin yang dicari sudah habis. Riani kecewa, tetapi Ia tidak sedih dan putus asa. Biasanya di atas palung yang diatapi seng di kedai ini Riani sering melihat botol aqua berjejeran berisikan bensin tapi sekarang tidak terlihat oleh Riani. Riani mencoba bertanya pada yang punya kedai. Penjual kedai mengatakan stok bensin sudah habis. Riani coba kembali bertanya.
" Jadi, di mana lagi orang jual bensin Pak, ya ?" ucap Riani dalam kebingungan.
" Ada Neng,...Neng ikuti saja jalan itu, terus ada penurunan, nah di sana ada kedai," cakap Bapak tua itu. Riani hanya mengangguk dan mulai melangkahkan kakinya. Akan tetapi baru saja beberapa langkah Riani mengayunkan kaki yang punya kedai pun kembali menyapa Riani.
" Tapi, Neng... hujannya deras sekali Neng jangan-jangan Neng pula yang sakit. Neng pakai saja payung itu!" sambung Bapak tua itu sembari menunjuk sebuah payung yang terggeletak di kaki palung itu. Riani menoleh sambil menjawab
" Oh, ya Pak...Terima kasih, pinjam dulu ya Pak ," jawab Riani dengan suara bergetar kini tubuhnya sudah mulai kedinginan karena cuaca yang semakin ekstream.
Seperempat jam kemudian Riani baru mendapatkan minyak yang dicari. Riani hanya beli satu liter saja dan tidak banyak dengan derigen yang dipinjamkan oleh orang kedai. Sebab jika lebih alat untuk memasukkan bensin ke tank motornya tidak ada. Kemudian Riani membalikkan tubuhnya kembali menyusuri jalan tadi. Setelah sampai di tempat. Minyak bensin yang di tangannya dituangkan. Lalu Riani menstater motor, dan akhirnya motor Riani hidup kembali. Kini barulah Riani merasa lega. Dalam perjalanan pulang terbersit dipikiran Riani akan berjanji pada dirii, takkan mengulang lagi hal yang sama, untuk membiarkan motornya dalam kehausan.
#Gurusianer
Senin, 07 November 2022
LiterasiKu
Menulis Hari Ke_763 di MGI
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan