Tertinggal tetapi di Depan (Di Balik Cerita Peringatan HUT PGRI di Semarang)
Tertinggal tetapi di Depan
(Di Balik Cerita Peringatan HUT PGRI di Semarang)
Oleh: BenSetia
Acara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2022 digelar di Marina Convention Center (MCC), Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu 3 Desember 2022. Acara tersebut dihadiri oleh orang nomer satu Indonesia, Presiden Joko Widodo. Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Plt. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi, dan Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah Muhdi.
Dalam sambutannya, Presiden mengucapkan terima kasih kepada para guru yang telah terus menerus mengawal masa depan bangsa lewat pendidikan bagi anak-anak Bangsa Indonesia. Presiden juga menegaskan bahwa para guru dituntut untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuannya dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan yang semakin canggih.
Acara puncak HUT ke-77 PGRI tersebut juga dihadiri oleh anggota PGRI dari berbagai Kabupaten di Indonesia, termasuk salah satunya adalah PGRI Cabang Warungasem, Kabupaten Batang. Di bawah komando Ketua PGRI Cabang Warungasem Arziska Retorika, segenap pengurus cabang dan ranting, juga anggota lainnya ikut memeriahkan acara puncak di MCC Semarang.
Sekretaris PGRI Cabang Warungasem, Bambang Herru Istiyanto menjelaskan bahwa 86 anggota PGRI Warungasem yang terbagi dalam 2 bis ikut menyemarakkan acara puncak HUT PGRI di MCC Semarang dengan penuh semangat. "Bis pertama diisi oleh segenap pengurus cabang dan ranting era kepemimpinan sekarang. Sedangkan bis kedua diisi oleh 1 pengawas SD, 22 Kepala Sekolah, para pengurus cabang dan ranting era kepemimpinan Sodiq Toekinun, S.Pd.," ujar sekretaris PGRI Cabang Warungasem yang juga menjabat sebagai kepala SDN Sidorejo. "Ini adalah salah satu bentuk kekompakan dan solidaritas kita terhadap PGRI," imbuhnya.
Karena sesuatu hal, kedua bis melaju tak beriringan. Bis pertama yang tertinggal cukup lama, ternyata malah sampai terlebih dahulu di Semarang. "Alhamdulillah walau sempat terpisah jarak dan waktu, akhirnya kita bisa dipertemukan kembali di tengah lautan manusia berbaju batik PGRI motif kusuma bangsa," ucap Arziska dengan penuh syukur.
"Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh anggota PGRI Cabang Warungasem yang telah ikut berpartisipasi dalam acara puncak HUT ke-77 PGRI di Semarang," imbuhnya.
























Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
