Isra Mikraj
Isra Mikraj
#puisi ke-442
Karya: BenSetia
Pada jarak gendang telinga
Kudengar suara rinai menyapa
Gerimis jatuh membasahi butala
Segarkan hati tenteramkan jiwa
***
Gelita tak membuat gelap diri
Dinginnya malam tak sanggup bekukan sanubari
Sepi suasana tak menjadikan raga terkurung sunyi
Dalam kesendirian, mencoba bertafakur atas peristiwa yang menggetarkan relung hati
***
Isra Mikraj menjadi sejarah yang tak terlupakan
Masjidil Haram Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha ditempuh dalam satu malam
Pilar-pilar agama telah diperintahkan
Salat lima waktu sebagai wujud penghambaan
***
Sudah selayaknya perintah dilaksanakan
Bukan karena keterpaksaan
Tapi karena pembuktian kualitas keimanan
Dari insan kepada Tuhan Pencipta seluruh alam
***
Batang, 27 Rajab 1444 H
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
