Jauh-jauh Kau Air Bah
Jauh-jauh Kau Air Bah
#puisi ke-447
Karya: BenSetia
Senja baru saja tertelan gulita
Gelap telah menggantikan keindahan swastamita
Awan hitam bergulung di angkasa
Langit malam bermuram durja
***
Guntur menggelegar memecah sunyi
Kilau kilat sekejap menerangi
Perlahan rinai hadir membasahi
Segar air menyapa bumi
***
Kini dahaga telah tergantikan
Tiada lagi tanah kering kerontang
Tiada lagi kehausan menyapa pepohonan
Gersang tergantikan kesejukan
***
Diri masih terdiam di ujung malam
Hujan deras masih saja menghantam
Segenggam harap terus kulantunkan
Semoga air bah tak datang menggenang
***
Batang, 23 Februari 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
