Serasa Baru Kemarin
Serasa Baru Kemarin
#puisi ke-440
Karya: BenSetia
Serasa baru kemarin jas megah menempel di badan
Kini raga terbalut kain kafan
Serasa baru kemarin terlihat gagah di dalam sedan
Kini jasad tertopang kereta beroda insan
***
Serasa baru kemarin hangat keluarga menaungi
Kini sepi menyelimuti diri
Serasa baru kemarin berdiri gagah di atas bumi
Kini terbaring tak berdaya di bawah ardi
***
Serasa baru kemarin disanjung karena jabatan
Kini almarhum gelar terakhir tak berkesudahan
Serasa baru kemarin luas rumah selalu dibanggakan
Kini kapling dua kali satu menjadi tempat peristirahatan
***
Kelayuan menjadi pelajaran
Kematian telah banyak mengajarkan
Hidup tak sekadar tentang bergelimang kenikmatan
Hanya kepada pencipta, semua makhluk dikembalikan
***
Batang, 16 Februari 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
