Terikat dalam Satu Nada
Terikat dalam Satu Nada
#puisi ke-426
Karya: BenSetia
Malam ini hujan kembali menyapa
Bulir-bulirnya terdengar riuh menggema
Tetes demi tetes mengetuk atap tanpa irama
Membelah sepi malam tanpa banyak bicara
***
Bulan enggan menampakkan keindahan
Bintang tak beranjak dari peraduan
Binatang malam meringkuk mencari kehangatan
Pasukan air terus menembus dinginnya malam
***
Rindu hujan hanya pemanis kata
Cinta hujan sebatas aksara tanpa makna
Kala hujan hadir, mereka berbondong menghindarinya
Berlindung di balik payung seakan tak rela hujan menerpa raga
***
Berucap suka tapi mengumpat kala hujan tak kunjung reda
Berkata rindu tapi menghindar kala berjumpa
Satukan langkah agar seirama
Hati dan perbuatan semoga terikat dalam satu nada
***
Batang, 2 Februari 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
