Wedus Gembel Menyapa
Wedus Gembel Menyapa
#puisi ke-465
Karya: BenSetia
Kala Merapi mulai bergeliat
Memuntahkan wedus gembel yang pekat
Mata tak bisa terlena meski gelap
Was-was menghantui hingga tak bisa terlelap
***
Suara bergemuruh ciutkan nyali
Dentuman asap tebal terus menghantui
Awan panas menerjang tiada peduli
Menggulung apapun yang dilewati
***
Kota tertutup putih debu seketika
Mencemari udara di cakrawala
Beterbangan menyesakkan rongga dada
Mengucur sudah derai air mata dalam tenda-tenda derita
***
Masih pantaskah kita jumawa
Masih pantaskah kesombongan menyelinap dalam jiwa
Kita bukan siapa-siapa
Sangat kecil di hadapan Sang Maha Pencipta
***
Batang, 13 Maret 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan