Lailatul Qadar, Salahkah Jika Aku Mengharapkanmu?
Lailatul Qadar, Salahkah Jika Aku Mengharapkanmu?
#puisi ke-498
Karya: BenSetia
Dalam sujud, dosa-dosa terkenang
Hitam perjalanan jelas terpampang
Tanpa terasa air mata berlinang
Bersimpuh di atas sajadah panjang
***
Dalam gelap, diri duduk termenung
Teringat akan noda yang menggunung
Raga rapuh kian terhuyung
Akankah masa kelam terlarung
***
Sepuluh hari terakhir Ramadan
Tiada pernah terlewatkan
Malam berpeluh dengan kebaikan
Mencoba meraih malam seribu bulan
***
Meski sadar hamba bukan siapa-siapa
Meski sadar raga bergelimang akan dosa
Salahkah berharap lailatul qadar menyapa
Salahkah berharap bisa menikmati indahnya surga
***
Batang, 14 April 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan