Pelabuhan Terakhir Kali
Pelabuhan Terakhir Kali
#puisi ke-501
Karya: BenSetia
Ada yang tenggelam dalam pekatnya malam
Bersimpuh di antara kesunyian
Terbenam dalam doa penuh kekhusyukan
Bermunajat dengan menengadahkan kedua tangan
***
Semilir angin tiada peduli
Dinginnya malam semakin menjadi
Sunyi sepi membayangi
Doa terus terlantun sepenuh hati
***
Terbayang jatah usia semakin berkurang
Tetapi dosa semakin mengembang
Raga tak muda lagi jelas terbayang
Tetapi noda semakin menenggelamkan
***
Tiada terasa eluh mulai membasahi
Akankah dosa diampuni
Semoga surga tak hanya dalam mimpi
Tetapi menjadi pelabuhan terakhir kali
***
Batang, 17 April 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan