Maumu Bukan Maunya
Maumu Bukan Maunya
#puisi ke-647
#tagur 254
Karya: BenSetia
Air mata perlahan jatuh di pipi
Membasahi gersangnya hidup tanpa cinta di hati
Kesedihan terpantul dari amarah yang berapi
Begitu berat beban menyapa diri
***
Atas nama cinta yang tak semestinya
Kasih suci terkoyak tak terkendali
Akal sehat tertutup nafsu birahi
Nurani mati suri
***
Maumu bukan maunya
Dan maunya bukan pula maumu
Telah berbelok langkah kakimu
Meninggalkan tonggak suci yang telah lama kau nodai
***
Kini tinggallah tangis tak kunjung reda
Tangis seorang wanita karena belahan jiwa
Tergoda rumput tetangga
Tergiur segarnya fatamorgana
***
Batang, 11 September 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
