Tetap Berkarya (Bagian 4)
Tantangan Hari ke-1753
#TantanganGurusiana-5
(Road to TNGP-2024 Bukittinggi)
***
Selama masa pandemi Covid-19, bagi sebagian besar orang, terjadi banyak kendala dalam melakukan aktivitas. Kemana-mana dibatasi oleh aturan jaga jarak, harus membawa hasil PCR dan lain sebagainya. Berbeda dengan yang jeli memanfaatkan keadaan.
Sebagai penulis PeMuLa (Penulis Mulai Lancar), maka setiap kesempatan harus dimaksimalkan, agar kemampuan menulis terasah.
Lain halnya dengan penulis PeMaLu (Penulis Mahir Luar biasa), bagi mereka tidak perlu waktu khusus dan tidak perlu perhatian ekstra jika sekadar menulis. Di penghujung tahun 2021, naskah lengkap buku kumpulan puisi dengan judul Kekuatan Hati, kembali hadir melengkapi deretan buku karya tunggal di barisan rak buku di rumah.
Sebagai penulis PeMuLa, tentu saja menjadi sebuah kebanggaan tersendiri yang tak bisa dilukiskan dan dituliskan dengan kata-kata. Apalagi turut memberikan kata pengantar buku tersebut adalah sosok yang penting pula di dunia pendidikan. Kehadiran kakanda Dr. Sofyan Pering, melengkapi kebahagiaan penulis. Beliau memberikan apresiasi yang luar biasa. Bukan apa-apa, karena seorang guru Fisika, yang tidak punya latar belakang menulis bidang sastra, ternyata telah menerbitkan beberapa buku kumpulan puisi.
Ini semua bisa terjadi diawali dengan kenekatan mengikuti kelas menulis yang diselenggarakan oleh MediaGuru. Bagaimana tidak nekat, kegiatan pelatihan ini 100% biayanya ditanggung oleh peserta. Jika selama ini, rata-rata para pendidik mengikuti pelatihan serba gratis, bahkan saat selesai pelatihan masih mendapatkan uang transportasi, uang harian dan lain-lain. Nah ini justru kebalikannya. Tidak semua orang mau dan siap mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Menghasilkan karya, bukan sekadar kepuasan hati, tapi ternyata juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan kenaikan pangkat guru PNS. Dengan terbitnya buku kumpulan puisi Kekuatan Hati, meneguhkan diri untuk terus berkarya dan tidak berpuas diri dengan apa yang sudah dilakukan. Karena semakin banyak karya dihasilkan, makin berat pula tantangan yang dihadapi.
Kelompok "Nyinyirin" takkan senang melihat kita bisa terus berkarya, sementara kita tidak memiliki latar belakang yang sama dengan mereka. Itulah kenapa saya suka menyematkan profesi Sastra Fisika, jika ada yang menanyakan saya mengajar apa dan tamat jurusan apa.
(Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 031124 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
