Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tetap Berkarya (Bagian 7)

Tetap Berkarya (Bagian 7)

Tantangan Hari ke-1756

#TantanganGurusiana-5

Road to TNGP-2024 Bukittinggi

***

Setelah menerbitkan buku Mimpi itu Nyata, ada dua buku tunggal berikutnya yang ikut terbit. Buku kumpulan puisi  dengan judul Merawat Hati Merenda Harapan, kebetulan untuk buku yang satu ini terbitnya tidak melalui MediaGuru. Kebetulan waktu itu MG sedang padat dan masa antriannya lumayan, karena sedang ramai-ramainya kelas menulis Satu Gur Satu Buku.

Buku ini masih tidak jauh dari kritik sosial. Melihat kondisi alam sekitar, muncullah beberapa puisi. Karena memang sekarang kepekaan sosial kita sedang terusik. Orang yang berbeda pilihan saja bisa diserang habis-habisan. Walau masih ada hubungan kekerabatan, tapi berbeda pilihan dan pandangan politik, maka akan diserang dan dimatikan kreativitasnya.

Fenomena ini terus dan akan terus terjadi. Tidak banyak yang bisa diharapkan, jika tidak ada kerelaan hati dalam menerima perbedaan. Sejatinya, negeri ini bisa berdir kokoh karena berhasil menerima perbedaan, bukan manyatukan perbedaan dengan menghilangkannya.

Pernahkah kita melihat bendera kebangsaan. Merah dan putih itu jelas berbeda, tapi disatukan dengan perbedaan masing-masing. Merah tetap terlihat jelas saat disandingkan dengan warna putih. Keduanya saling bersatu padu dengan perbedaan. Bukan memaksa salah satu warna yang lebih dominan. Llihat saja ukuran keduanya sama. Tidak ada yang dilebihian satu dari yang lain.

Orang yang hatinya bersih dan tulus untuk sesama, tidak pernah melihat perbedaan sebagai masalah dalam hidupnya. Justru karena menghargai perbedaanlah, semua bisa berjalan dengan harmonisasi dan nada yang tidak sumbang. Coba saja alat musik dipaksa iramanya seragam, maka akan terdengar tidak indah. Justru karena setiap alat musik memiliki karakter suara yang berbeda, lalu disatukan dengan nada yang sama, maka perbedaan tadi menghasilkan harmonisasi nada yang sangat indah.

Begitu pula tentang hati. Karena penolakan terhadap perbedaan dan pemaksaannya dalam mencapai tujuan yang sama menurut kelomponya, maka akan merusak hati tersebut.  Manakala hati sudah rusak, maka akan rusak pula semua sendi-sendi orang tersebut. Tingkah lakunya menjadi tidak baik, ucapannya merusak dan menyakiti, lalu tindakannya akan cenderung destruktif terhadap lawannya.

Berbahagialah mereka yang mampu Merawat Hati, karena ia akan mampu pula Merenda Harapan menjadi lebih baik. Kuncinya terletak pada kebersihan dan ketulusan hati.

(Bersambung)

 

 

 

***

~~ Mendalo Mas, 061124 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post