Dingin itu Seru...
Tantangan Hari ke-1808
#TantanganGurusiana-5
***
Setiap momen mudik ke kampung halaman di kawasan dataran tinggi andalas, tepatnya di Danau Kerinci, yang konon katanya masih menjadi bagian dari kaki Gunung Kerinci. Waduh, alangkah besar dan luasnya kaki gunung kerinci. Kalau dipasangkan sendal, nomor berapa ya ukurannya.
Ini bukan tentang bagaimana melawan dinginnya suhu di Kerinci. Bagi orang yang tinggal di daerah bersuhu panas, maka saat berkunjung ke kawasan perbukitan saja sudah merasakan dingin yang luar biasa. Bagaimana jika mereka datang dan hadir di daerah saya, yang merupakan dataran tertinggi di pulau sumatera. Selain mereka harus membawa jaket tebal sebagai penghangat, juga saat mandi harus dengan air hangat. Jika tidak, maka jangan harap mereka akan mandi seharian.
Saya justru sebaliknya. Saat berada di daerah panas, saya sangat menghindari makhluk yang bernama AC dan Kipas Angin atau makhluk sejenis lainnya. Banyak orang melihat ini sesuatu yang aneh. Ada orang yang lahir dan besar di dataran tinggi yang dingin, tapi tidak kuat dengan dinginnya AC dan Kipas Angin. Angin buatan dari alat teknologi tidak sehat diterima oleh tubuh saya.
Saat mudik ke kampung halaman, saya tidak pernah mengeluhkan rendahnya suhu lingkungan. Jangan ditanya saat mandi pagi. Saya terbiasa mandi sebelum masuk waktu subuh. Ternyata ada banyak manfaat bagi kesehatan. Konon katanya, mandi pagi dengan air yang dingin, mampu menjaga awetnya organ bagian dalam tubuh. Mandi pagi dengan kondisi suhu udara rendah, salah satu strategi agar sepanjang hari tubuh kita menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan.
Terkait dengan adanya perubahan warna kulit, itu lebih pada efek kelembapan udara yang tinggi dan dibantu oleh sengatan sinar matahari. Area yang akan terdampak langsung oleh sengatan teriknya sinar matahari adalah wilayah di sekitar wajah. Jadi sayapun juga punya jurus ampuh. Guna menutup bagian wajah yang sering menjadi korban sengatan sinar matahari adalah dengan menggunakan bedak sejuta ummat.
Bedak ini secara turun temurun saya gunakan. Kalau tidak salah, sejak usia sekolah dasar, bedak sejuta ummat ini sudah saya gunakan. Tentu saja nebeng dengan bedak milik Emak. Sampai hari ini juga masih menggunakan bedak sejuta ummat. Jika saya lupa membawa pulang, maka saya tidak pernah gelisah. Karena bedak sejuta ummat milik Emak mertua selalu tersedia di rumah.
Jadi, saat liburan di daerah yang dingin itu seru. Selain saat bangun pagi, lalu menikmati jalan pagi sembari mengeluarkan asap dari mulut, mirip seperti mereka-mereka yang berada si daerah subtropis. Tidak perlu liburan jauh-jauh ke Eropa untuk menikmati suasana tersebut. Malahan saat puncak musim dingin, banyak masyarakat yang sampai siang hari masih berselimut dengan kain sarung dan ditambah lagi dengan memakai sweater dan jaket hoodee.
Selamat berlibur untuk semuanya. Bagi yang selama liburan dirumah saja, jangan khawatir. Saya dan keluarga juga sama. Selama liburan selalu berada di rumah, kalaupun keluar rumah, maka keperluannya adalah ke kebun dan ke sawah.
***
~~ Danau Kerinci, 281224 ~~



Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
