Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kok Bisa Beda ya!
Ilustrasi gambar: Dokumen Pribadi

Kok Bisa Beda ya!

Tantangan Hari ke-1795

#TantanganGurusiana-5

***

Saya termasuk agak sedikit "udik" karena belum pernah terbang ke luar negeri. Perjalanan ke luar negeri pertama kali saya lakukan saat kegiatan pendampingan siswa mengikuti kegiatan Asean Astronomy Camp (AAC) di Chiang Mai, Thailand pada tahun 2016.

Perjalanan ke sana menjadi perjalanan yang spesial. Bukan apa-apa sih, selain malam pertama kita berada di Kota Chiang Mai, langsung menginap di sebuah hotel terkenal dan termasuk hotel tertua di sana, namanya Hotel Lotus Pang Suan Kaew. Harganya tidak terlalu mahal (kata yang punya duit banyak). Menurut petugas yang berkenan diajak cerita, walaupun dengan bahasa Inggris yang terbatas, dapat ditangkap bahwa hotel ini termasuk hotel legenda.

Menyusuri jalanan pada malam hari di Chiang Mai dalam rangka menuju kawasan pasar malam, keperluannya sudah jelas mencari makanan halal di sana. Alhamdulillah bertemu dengan si Bapak, yang ternyata pernah mondok di Bandung. Kedatangan kami rombongan dari Indonesia, menjadi pengobat rindu beliau dengan Indonesia. Akhirnya keluarlah semua kisah tentang Indonesia, terutama kota Bandung dan Jawa Barat secara umum.

Keesokan harinya, setelah kegiatan pembukaan AAC oleh Direktur NARIT, Prof. Boonrocksar Soonthornthum, kita melanjutkan perjalanan menuju kawasan Taman Nasional Doi Inthanon. Perjalanan menuju Doi Inthanon, rute yang ditempuh sepertinya mirip dan bahkan sama dengan jalan berbayar alias TOL di negeri tetangga.

Saya sekadar iseng bertanya, kenapa sepanjang jalan yang dilewati tidak ada kode pintu masuk dan gardu tempat membayar? Salah satu rekan guru dan pendamping dari Narit menyampaikan bahwa memang jalanan disini tidak ada yang bayar. Karena raja membangun jalan untuk rakyat, bukan disewakan ke rakyat.

Jawaban ini tentu saja terus bergelayutan di kepala. Selama lebih kurang 5 hari di Chiang Mai, maka terjawab sudah pada hari terakhir di kota wisata yang terkenal dengan roof of Thailand ini. Melalui bang Sam, beliau yang juga fasih berbahasa melayu, memudahkan saya yang bahasa Inggrisnya terbatas bercengkrama dengan beliau. Andaikan ada yang jago bahasa Inggris, tetap saja mengalami kesulitan memahami bahasa Inggris ala Thai tersebut.

Ternyata oh ternyata, di Chiang Mai jalan raya yang jauh lebih bagus dari jalanan berbayar di negeri tetangga, tapi di sana tidak ada yang bayar. Begitulah kebaikan seorang raja di sana. Membangun jalan raya yang sangat bagus itu untuk keperluan rakyat. Bukan disewakan ke rakyat. Begitu katanya bang Sam. Kok Bisa Beda ya. Ya jelaslah berbeda. Wong azas bernegaranya saja berbeda, tentu saja hasilnya juga beda. Anehnya lagi, banyak yang bangga. Bangga itu kalau diberikan fasilitas jalan raya bagus, digunakan bersama-sama tanpa harus berbayar.

(Maaf ini hanya cerita hayalan, jika ada kesamaan ataupun kemiripan kejadian, tempat dan peristiwa, itu hanya faktor kebetulan belaka, jadi mohon dimaafkan dan dimaklumi saja)

***

~~ Mendalo Mas, 151224 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post