Kumbang, Kembang dan Kambing
Tantangan Hari ke-1793
#TantanganGurusiana-5
***
Saat belajar bahasa Arab Melayu, teringat masa-masa sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama. Tulisan arab gundul alias tulisan arab tanpa baris, tapi dengan bacaan yang berbeda dengan pakem bahasa arab. Karena huruf-huruf yang ditampilkan ada yang berbeda dengan huruf dalam bahasa arab.
Sebagai contoh, dalam tulisan latin, kumbang, kembang dan kambing jelas terlihat perbedaannya. Lalu bagaimana dengan tulisan arab melayu? Mari sejenak kita lihat bentuk tulisannya كمبڠ كمبڠ كمبڠ. Bisakah dibedakan mana yang tulisannya menyatakan kumbang, kembang dan kambing? Tentu saja sangat sulit. Karena ada kesalahan huruf yang sengaja penulis tidak tampilkan.
Sebenarnya saya bukan mengajak berdebat dengan penulisan tersebut. Tapi secara simbolik, ketiga jenis makhluk di atas mengajarkan kita banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Baik secara makna sebenarnya, maupun makna kiasan yang disematkan kepada ketiga nama di atas.
Kumbang merupakan serangga yang sangat diperlukan dalam proses penyerbukan. Artinya dalam teori kehidupan, kumbang menjadi perantara hadirnya buah-buahan, bunga yang beraneka warna dan berbagai pohon berbuah lainnya. Namun nama buruk juga sering ditempelkan kepada makhluk yang bernama kumbang. Walaupun didalam sebuah lagu era 80an, nama kumbang ikut menjadi terkenal.
Kembang, identik dengan sosok yang sangat dielu-elukan oleh para lelaki, apalagi yang terkenal dengan sosok lelaki hidung belang. Maka kembang akan menjadi nama yang sering disematkan kepada perempuan yang memiliki aura kecantikan yang luar biasa. Maka sering kita dengar istilah kembang desa, dan berbagai nama cantik yang memberi konotasi perempuan yang anggun. Namun tetap saja ada nama yang buruk melalui nama kembang tersebut, sebut saja setiap korban pelecehan, ataupun pelaku yang tidak baik pada si perempuan, maka namanya disembunyikan dengan inisial "bunga," yang tentu saja turut memberikan konotasi buruk pada si pelaku.
Kambing, sering disematkan pada sosok yang menjadi korban fitnah keji dari berbagai pihak, atau orang yang dengan sengaja dikorbankan demi menyelamatkan orang lain yang memiliki kekuasaan ataupun jabatan. Maka seringkali kita mendengar istilah kambing hitam. Artinya bukanlah kambing yang bulunya berwarna hitam, tapi orang lain yang menjadi korban atau dikorbankan. Sehingga ada pihak lain yang diuntungkan.
Jadi, intinya sebaik apapun kita, sebagus apapun perilaku kita, manakala berseberangan dengan mereka yang punya kuasa, maka nama baik kita dengan sangat mudah mereka korbankan dengan istilah kambing hitam, bunga layu sebelum berkembang, kumbang ditaman, dan lain sebagainya. Tetaplah menjadi diri sendiri dan tetap jaga integritas. Biarkan nama baik itu yang selalu di ingat. Apalagi saat mau memasuki bulan haji, maka semua jenis kambing akan dicari, begitu juga dengan bunga, saat perhelatan suatu acara, maka semerbak mewangi harumnya kembang.
***
~~ Mendalo Mas, 131224 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
