Pentingnya Adab, Baru Ilmu (Bagian 6 - selesai)
Tantangan Hari ke-1791
#TantanganGurusiana-5
***
Bagaimana reaksi kedua orang tua siswa, setelah mendapatkan siraman rohani dari guru paling jahat dan kejam di sekolah tersebut? Selain kaget dan rasa tidak enak terhadap apa yang sebelumnya disampaikan, tentu saja ada penyesalan. Walaupun sang guru bukan siapa-siapanya sekolah. Tapi terkait menanamkan nilai adab dan akhlak mulia kepada siapapun, sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya sebagai guru.
Lalu sang guru menyampaikan, bahwa terkait dengan sanksi yang harus diterima oleh anak, menjadi bagian yang sangat penting bagi kebaikan anak di masa yang akan datang. Tidak perlu khawatir, jika orang tuanya yakin bahwa anaknya adalah sosok yang baik di rumah.
Ucapan yang disampaikan sang guru, seperti bumerang bagi kedua orang tua tersebut. Awalnya mereka ngotot mengatakan bahwa anaknya adalah anak yang baik. Tapi tanpa sadar, mereka sendiri khawatir jika anaknya mendapatkan skorsing dari sekolah, bagaimana nanti anaknya ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya yang kebetulan pada waktu yang sama sedang mendapatkan tugas dinas ke luar kota dari kantornya.
Jika Ibu khawatir, berarti orang tuanya sendiri tidak percaya bahwa anaknya adalah sosok anak yang baik. Sama halnya dengan saya Buk. Saya sangat percaya bahwa anak saya adalah anak yang baik. Sehingga saya tidak pernah khawatir manakala dia ditinggalkan di rumah. Itu sekaligus menurut saya, bahwa Ibu sendiri tidak sepenuhnya percaya dengan kelakuan anaknya. Sangat wajar, manakala saya juga menyatakan hal yang sama, bahwa anak Ibu memang tidak baik di rumah.
Jadi, berhentilah menimpakan kesalahan kepada pihak sekolah, manakala anak kita yang melakukan kesalahan dan melanggar aturan sekolah. Ajarkan adab dan akhlak mulia sejak dini di rumah. Sehingga saat anak memasuki usia sekolah, maka nilai-nilai yang ditanamkan kepada anak menjelma menjadi kekuatan antibody yang mampu menangkal semua bibit penyakit yang akan menyerang dirinya.
Anak yang sudah mendapatkan bekal pendidikan adab dan akhlak mulia di rumah, akan terlihat oleh semua orang kebaikannya itu tulus dan tidak dibuat-buat. Kebaikan yang muncul dari dalam hati, akan memberikan warna dan aura yang baik pula kepada orang di sekitarnya. Namun harus senantiasa dijaga jangan sampai rusak karena kuatnya gangguan dan godaan dari orang yang tidak baik.
Tidak perlu khawatir dengan apa yang akan mereka hadapi kedepan, apabila anak sudah mendapatkan bekal yang utuh didalam keluarga. Biarkan dirinya membentuk daya tahan terhadap semua kondisi lingkungan tempat ia berada. Lingkungan yang tidak baik sekalipun, tidak akan mampu mengubah kebiasaan baiknya menjadi pudar. Belajarlah dari belut. Walaupun ia berada didalam lumpur, tapi kulitnya tidak berubah menjadi kotor.
Jadilah anak yang hebat. Anak yang baik adabnya, bagus pula kemampuan akademiknya. Anak yang seperti inilah yang diharapkan nantinya mampu tampil di tengah kusut masainya sebuah negeri. Tidak akan ada yang berubah, apabila rendahnya adab dan akhlak terus dipelihara dan diberikan tempat diposis strategis. Insya Allah dengan hadirnya anak yang kuat adab dan ilmunya, akan menjadi pendobrak kehidupan masyarakat yang rusak menuju arah yang lebih baik. Semoga.
***
~~ Mendalo Mas, 111224 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
