Selalu Ada Kerinduan di Sini (Kampus Ash Shiddiiqi)
Tantangan Hari ke-1802
#TantanganGurusiana-5
***
Sabtu, 21 Desember 2024 menjadi hari spesial kesekian kalinya bagi kami sekeluarga. Ikut menyaksikan ponakan wisuda 10 juz. Karena di sekolah ini, SMP-IT dan SMA-IT Ash Shiddiiqi, anak dan kemenakan bersekolah. Diawali oleh anak sulung masuk SMP, tercatat sebagai angkatan ke-3. Saat mengikuti Quantum Tahfidz Ash Shiddiiqi (QTA) selama 3 bulan, ia mampu menyelesaikan setoran hafalan 21 juz (menurut Ustadz yang menjadi pendamping Irsyad, sebenarnya ia bisa menyelesaikan 30 juz, cuman Irsyadnya yang tidak mau, jika hanya ingin mengejar target, sementara masih belum sempurna hafalannya).
Setelah si Abang menyelesaikan pendidikan di sekolah ini, dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Adik sepupu Irsyad juga melanjutkan pendidikan di sekolah ini. Target hafalannya relatif sama. Walaupun teknis pelaksanaannya mengalami perubahan. Jika dulu target berapa banyak setoran hafalannya, namun pada generasi berikutnya, diwajibkan lulus tahsin baru bisa lanjut setoran hafalan. Jika sudah mencapai kelipatan lima (5, 10,15, 20, 25 dan 30) juz, maka dilanjutkan dengan ujian munaqasyah. Sehingga santrinya dinyatakan lulus hafalan AlQuran.
Setiap momen wisuda tahfiz, selalu ada kerinduan untuk bisa kembali hadir di sekolah ini. Kegiatan yang menghadirkan keharuan dan derai air mata, turut serta menjadi saksi bagaimana seorang santri mampu melewati kuatnya tantangan dan rintangan dalam menyelesaikan target hafalan. Irsyad saat menamatkan pendidikan di Ash Shiddiqi, mampu menuntaskan 30 juz mutqien. Sehingga selama 3 tahun, Irsyad bersama beberapa temannya (kakak kelas dan rekan satu angkatan) mendapatkan beasiswa dari sekolah. Sampai menamatkan pendidikan SMAnya, dibebaskan dari uang SPP.
Sekolah ini, jika dilihat dari usianya masih relatif sangat muda. Tapi soal prestasi jangan ditanya. Jangan dibayangkan bahwa para santrinya hanya bergulat dengan AlQuran saja, tapi prestasi akademik dan non akademik santrinya juga tidak kalah mentereng. Cabang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat SMP pernah mengirimkan dua tim ke tingkat nasional dan pulang dengan Medali Perunggu. Cabang OSN berhasil mengirimkan santrinya ke tingkat Provinsi, begitu juga dengan cabang O2SN pada lomba Pencaksilat.
Alumninya juga tidak kalah keren. Perguruan Tinggi dan program studi favorit juga berhasil mereka raih. Yang kerennya lagi, alumni Ash Shiddiiqi kini yang melanjutkan studi di Universitas Al Azhar, Cairo Mesir sudah mencapai angka 28 orang. Terbayang sudah, bagaimana kedepan para santrinya bergerak dan mempersembahkan yang terbaik untuk sekolah dan tentu saja kebanggaan bagi keluarganya.
(Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 221224 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
