Selalu Ada Kerinduan di Sini (Kampus Ash Shiddiiqi) Bagian 3
Tantangan Hari ke-1804
#TantanganGurusiana-5
***
Menjadi sahabat yang saling mengerti itu tidak mudah. Tapi sepertinya tidak bagi mereka. Dekat dan akrab dengan hampir semua kakak senior (angkatan 1 dan 2), juga akrab dengan semua temannya seangkatan (angkatan 3). Saya lebih banyak mengambil posisi sebagai pendengar, itupun langsung dari beberapa ustadz yang membimbing mereka.
Setiap ada kegiatan, mereka selalu hadir dan bahkan sering menjadi bagian dari pengisi acara. Irsyad yang aktif dalam tim Nasyid, menjadi penyanyi andalan dalam tim. Sangat bisa jadi suara bagusnya nular dari sang Ayah (boleh dong narsis, mumpung yang bersangkutan nggak bisa protes karena lagi nyiapin ujian semester).
Jadwal kunjungan bulanan menjadi momen bahagia bagi santri dan orang tua/wali santri. Kehadiran orang tua siswa dengan berbagai ekspresi. Ada yang langsung menagih setoran hafalan kepada anaknya, sampai-sampai makanan yang sudah disiapkan untuk disantap, dibiarkan saja tergeletak di depan mereka masing-masing.
Tidak demikian dengan saya dan keluarga. Saat kunjungan benar-benar dimanfaatkan untuk bercengkerama dengan anak. Biasanya juga dengan mengajak temannya ikut bergabung. Apalagi saat jadwal kunjungan, orang tuanya tidak bisa hadir. Maka momen bersama saya dan keluarga, semua cerita mengalir dengan santai. Tentu saja, sambil menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh koki terbaik di rumah.
Terkait kemajuan anak dalam belajar, saya dan istri akan bertanya langsung kepada ustadz yang menjadi wali kelasnya. Bagaimana dengan capaian setoran hafalannya, saya juga bertanya langsung kepada ustadz pembimbing dan musyrifnya. Semua saya lakukan tanpa sepengetahuan Irsyad di sekolah. Sementara saat kunjungan, saya hanya menanyakan bagaimana suasana belajar, apakah bisa diikuti dengan baik, begitu juga dengan hafalan AlQuran.
Menjadi teman dan sahabat yang baik bagi anak, adalah hal yang sangat penting saya lakukan. Dengan cara seperti itu, tidak ada satupun yang mereka tutupi. Sekecil apapun masalah, anak akan ceritakan semuanya kepada Ayah dan Ibunya. Ternyata menjadikan anak sebagai mitra kerja dalam berbagai hal, membuat anak mengerti, bahwa beban tanggung jawab orang tua terhadap dirinya tidak ringan. Sehingga anak mengerti dan menaruh rasa hormat kepada orang tuanya, kemudian anak akan menjaga amanah yang dititipkan kepadanya.
(Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 241224 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
