(Bukan) tentang Keluhan
Tantangan Hari ke-1826
#TantanganGurusiana-6
***
Setiap kita kadang dan bahkan sering mendengarkan keluhan dari banyak orang, termasuk juga diri kita sendiri juga melakukan hal yang sama. Mengeluh sebenarnya lebih banyak mengganggu hal-hal yang sebelumnya sudah kita rencanakan. Biasanya, keluhan itu muncul manakala apa yang telah dibuat dan dirancang, tiba-tiba saat pelaksanaan, muncul hal lain diluar perkiraan. Apalagi "pengganggunya" adalah orang lain yang berada diluar kepentingan kita.
Namun harus diingat, semua yang hari ini terjadi terhadap diri kita, adalah akumulasi dari apa yang dulu kita lakukan. Jika dulu dalam kehidupan sehari-hari kita lebih banyak menebar kebaikan, maka kebaikan itu pasti akan kembali kepada yang bersangkutan. Niatkan dengan tulus ikhlas. Bukan karena berharap mendapat balasan dari orang yang kita berikan layanan kebaikan.
Kebaikan sekecil apapun, pasti akan kembali kepada orang yang melakukannya, entah kapan dan melalui tangan siapa kebaikan itu berbalas. Begitu juga dengan kejahatan. Sekecil apapun pasti akan kembali kepada yang melakukannya. Mungkin untuk sementara waktu sang pelaku kejahatan selamat, tapi tidak ada jaminan kejahatan dan keburukan yang telah dilakukannya tidak akan berbalik kepada dirinya. Hal ini sangat jelas dituliskan dalam AlQuran (QS Al Isra':7).
Sebagai guru dan sebagai orang tua, maka tugas dan beban paling berat sekarang harus kita tunaikan dengan tulus ikhlas. Anak yang tidak pernah diajarkan bagaimana bertahan dalam kebaikan, menjaga diri dari godaan temannya yang memiliki kecendrungan tidak baik, maka bersiap-siaplah menghadapi masalah yang jauh lebih berat. Jangan pernah mengatakan kepada anak, "cukuplah bapak/ibu yang merasakan susahnya hidup, kalian jangan sampai merasakan hal yang sama."
Ajarkan kepada anak, bagaimana beratnya menghadapi beban hidup dan bagaimana cara bijak menjalaninya. Jangan lupa latih anak-anak untuk kuat terhadap godaan, karena ada banyak hal yang tidak penting, justru menjadi hambatan bagi kemajuannya kedepan. Latih mereka untuk tidak hidup boros dengan rajin menabung. Minimal dari uang jajan yang setiap hari kita berikan, jika anak-anak sudah terlatih, maka nanti kita akan melihat mereka akan menjadi bijaksana menghadapi masalah dalam hidupnya.
Kadang kesalahan yang dilakukan oleh anak di sekolah, tanpa sadar memang sudah terprogram dengan baik dari rumah. Pernah satu kejadian, anak yang tertangkap merokok di sekolah. Setelah ditelisik, ternyata di rumahnya, kedua orang tuanya tahu kalau anaknya memang perokok. Malahan rokoknya bisa satu meja dengan orang tuanya. Begitu juga dengan anak yang pacaran. Akan sangat sulit membentuknya menjadi berubah lebih baik, manakala kedua orang tuanya juga tidak bisa menjadi contoh yang baik di rumah.
Jangan pernah mengeluh, apalagi dihadapan anak. Tapi bukan berarti kita menyembunyikan masalah tersebut dari mereka. Cukup mengajarkan mereka untuk kuat menghadapi masalah tersebut bersama-sama. Sehingga anak-anak menjadi paham, bahwa tidak mudah menjalani hidup. Dengan demikian, mereka akan kuat menjalani kehidupannya kedepan.
Mari bersama-sama berpegangan tangan, mengajarkan kebaikan dan mengajak banyak orang untuk berada dalam barisan yang sama. Andaikan tidak bisa, jangan sampai kita yang menjadi salah satu penghalangnya. Karena banyak sekali orang berada pada posisi tersebut. Sudahlah tidak mampu mengajak kepada kebaikan, tapi justru menjadi orang terdepan yang memberikan perlawanan.
***
~~ Mendalo Mas, 160125 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
