Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Download 'Ngunduh' Mantu
Ilustrasi gambar: Meta AI

Download 'Ngunduh' Mantu

Tantangan Hari ke-1837

#TantanganGurusiana-6

***

Acara "ngunduh" yang dalam bahasa ITnya biasa disebut Download, menjadi tradisi setelah acara resepsi di tempat pihak wanita, maka pihak pengantin pria juga menyelenggarakan kegiatan menyambut pengantin wanita. Kalau dalam bahasa "barat" biasa juga disebut manjapuik anak daro. Apalagi jika dari pihak pengantin pria, semua kakak beradik adalah laki-laki. Maka kehadiran sang menantu tentu saja menjadi bidadari yang sangat ditunggu kehadirannya oleh keluarga.

Hari minggu, 26 Januari 2025. Sayapun bersama keluarga ikut menghadiri acara ngunduh mantu di rumah Abang sepupu. Keluarga dekat, yang terpisah puluhan tahun. Awalnya banyak teman-teman yang merasa aneh. Karena saya berasal dari negeri yang jauh. Ayah lahir dan besar di negeri Melayu, Malaysia. Karena Kakek Buyut menikahkan Kakek dan Nenek (Nenek anak Bungsu dari Kakek Buyut) di Malaysia (waktu itu masih disebut Negeri Malaya).

Untungnya, saya dibesarkan di kampung halaman, lebih banyak bersama Nenek. Beliau memiliki daya ingat yang sangat baik. Umurnya saat meninggal dunia lebih kurang 125 tahun. Tapi pada usia 100an tahun. Beliau masih bisa menceritakan semua kegiatan beliau saat di Malaya. Sampai akhirnya terdampar di sebuah negeri kecil di dataran tinggi Sumatera, yaitu negeri Sekepal Tanah dari Surga, Kerinci.

Dari Neneklah saya mendapatkan informasi lengkap. Bahwa Ayahanda beliau adalah tokoh terkenal dan sosok orang besar di Seberang Kota Jambi. Saat berdinas di Muaro Jambi, saya mulai menelusuri semua kisah dan cerita Nenek. Alhamdulillah akhirnya bertemu dengan cucu Buyut. Beliau adalah Pakdo Tuan Guru Daud dan Pakte H. Abdul Shamad (Alm).

Akhirnya, berkumpullah semua keluarga besar dari garis keturunan Syekh KH. Abdul Shamad, yang semasa hidupnya juga merupakan Tuan Hoop Penghulu Jambi (Tuan Khodi) yang pertama saat pendudukan Belanda di Jambi, serta mendirikan Pondok Pesantren Tertua Nurul Iman yang sebelumnya dengan Nama Tsamaratul Insan pada tahun 1915 M.

Hari ini kembali berkumpul keluarga besar, dalam rangka Ngunduh Mantu keponakan. Anak kedua dari Bang In. Setelah pelaksanaan resepsi pernikahannya 12 Januari di Kota Jakarta. Semoga ananda Pani dan istri menjadi pasangan terindah sampai Jannah-Nya. Sakinah, Mawaddah, Warahmah. Serta melahirkan generasi hebat, kuat agamanya, hebat pula akhlak dan kebaikannya. Aamiin.

***

~~ Alam Barajo, 270125 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post