Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sabtu Ceria bersama Hujan
Ilustrasi gambar: Dokumen Pribadi

Sabtu Ceria bersama Hujan

Tantangan Hari ke-1830

#TantanganGurusiana-6

***

Sabtu, 18 Januari 2025. Sepanjang perjalanan dari rumah semenjak pagi hari menuju kampus Ash Shiddiiqi, tentu saja dalam rangka wawancara orang tua calon santri/santriwati baru tahun pelajaran 2025/2026. Tidak ada persiapan khusus, karena ini bukan yang pertama kali hadir ke sekolah/pondok ini, yang berlokasi di Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari.

Kegiatan wawancara ini dalam rangka melihat kesiapan calon santri, juga ada serangkaian tes bacaan AlQuran, khusus jalur prestasi santri internal alias alumni SMP-IT Ash Shiddiiqi, tidak ada tes baca AlQuran, karena pihak sekolah/pondok sudah mengetahui kemampuan santri/santriwatinya dalam urusan membaca dan menghafal AlQuran.

Ustadz yang mendapat tugas mewawancarai Saya dan anak mertua, ternyata wali kelas anak bujang saat masih mondok di sekolah ini. Maka pertanyaan pertama yang diajukan adalah menanyakan kabar anak bujang yang sedang kuliah di Universitas Al Azhar, Cairo Mesir. Sebuah kebanggaan bagi wali kelas dan Pondok, manakala santri/santriwatinya sukses melanjutkan studinya, bahkan ada yang sudah lulus diterima sebagai ASN, baik sipil maupun militer.

Wawancara antara ustadz dan wali santri berlangsung dengan baik. Banyak hal yang disampaikan. Lebih tepatnya dialog santai antara ustadz dan wali santri. Karena masing-masing sudah mengetahui dengan sangat rinci terkait semua hal di sekolah/pondok. Sehingga tidak memerlukan waktu yang lama dan bertele-tele dalam kegiatan ini. Lebih kurang 15 menit, wawancara antara saya dan anak mertua dengan ustadz usai.

Kegiatan berikutnya, saya bersama anak mertua bergerak menuju tempat tugas masing-masing. Sang anak mertua mampir di sekolahnya, melihat dan mendampingi murid-muridnya kegiatan P5 di Kelas 6. Saya melanjutkan ke sekolahan yang masih bertetanggaan dengan SD tempat anak mertua mengajar, masih terkait dengan persiapan anak-anak dalam menghadapi seleksi Olimpiade Sains tingkat Kabupaten. Berdiskusi ringan dengan mereka, sambil menunggu panggilan dari anak mertua untuk dijemput dan pulang.

Nah, masih dengan kondisi hujan yang sangat betah menemani, saya harus undur diri dari anak-anak yang sedang fokus melanjutkan belajar bersama, membahas soal-soal olimpiade, sambil menitipkan pesan agar mereka tetap semangat dan fokus dengan apa yang ingin dicapai. Tidak ada kata bagi mereka, kecuali harus menjadi yang terbaik dan tentu saja targetnya lolos ke tingkat nasional. Menjaga semangat itu tidak mudah. Kita harus selalu ada untuk mereka.

Sabtu ceria bersama hujan, akhirnya ditutup dengan mampir ke tempat penjualan bibit unggul tanaman. Karena program berikut keesokan harinya adalah menanam bibit Durian unggul jenis Bawor. Konon kabarnya, durian montong jenis yang satu ini, pertumbuhan dan perkembangannya sangat bagus. Kalau soal rasa daging buahnya. Yaa tentu saja enak. Semoga ikhtiar dalam berkebun demi menjaga keseimbangan alam, terus menerus tertanam dalam sanubari. Bukan untuk gagah-gagahan.

***

~~ Mendalo Mas, 200125 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post