Sekolah Berasrama (Bukan) Tempat Penitipan Anak Bermasalah
Tantangan Hari ke-1869
#TantanganGurusiana-6
***
Sebagai orang tua dan guru, sebenarnya saya sedang mencoba mengurai kusut yang bisa diselesaikan dengan mudah tanpa melukai. Terutama jika bercerita tentang menyekolahkan anak di sekolah berasrama. Baik itu sekolah umum maupun sekolah berbasis pondok atau sekolah dengan ciri khas Islam.
Bukan bermaksud mengajari, karena khawatir seperti menggarami air laut atau seperti ayam mengajari itik berenang. Karena yakinlah pasti yang diajarkan lebih jago dari yang mengajarkan. Namun tidak ada salahnya ini digunakan sebagai bahan introspeksi diri bagi kita masing-masing sebagai orang tua siswa/santri.
Jika niatnya memasukkan anak ke sekolah berasrama karena sudah lelah mendidik dan melihat kelakuan buruknya di rumah. Maka bisa dipastikan saat di sekolah berasrama hasilnya juga tidak jauh berbeda. Karena harus diingat, bahwa sekolah berasrama (baik sekolah umum maupun berbasis agama/pesantren) bukanlah panti rehabilitasi anak bermasalah.
Saya menilik banyak kasus siswa yang bermasalah di rumah, rata-rata adalah mereka yang di sekolah juga punya masalah. Apalagi jika kedua orang tuanya sendiri sudah menyerah dengan akhlak buruk anaknya. Maka jangan berharap terlalu banyak anaknya akan berubah dan menjadi lebih baik. Misalnya saat ada kasus siswa merokok, ternyata setelah mendapatkan banyak informasi, ternyata di rumah juga ia adalah seorang perokok.
Tidak jarang bahkan ada siswa yang di rumah juga biasa merokok bersama orang tuanya. Lalu saat di sekolah, kedua orang tuanya berani bersumpah, mengatakan bahwa anaknya adalah anak baik rumah. Jadi ibarat kata, bukan hanya anaknya saja yang bermasalah, tapi juga kedua orang tuanya juga sedang bermasalah. Bagaimana sekolah akan memberikan sanksi dan memanggil orang tuanya, jika ternyata penyakit tersebut memang bersumber dari mereka sendiri.
Pernah satu waktu, saya menyamar menjadi orang kebanyakan yang sedang mengantarkan/mendampingi anak yang ikut tes di sebuah sekolah berasrama. Saya melepaskan semua identitas sebagai guru di sekolah tersebut. Lalu terdengarlah bisik-bisik banyak orang tua calon siswa.
Mereka sedang membahas pembicaraan salah seorang calon siswa baru yang diantarkan oleh orang tuanya. Bahwa anaknya tidak mau dimasukkan ke sekolah berasrama, hanya saja karena kedua orang tuanya sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan buruk anaknya, maka dipaksa masuk ke sekolah berasrama tersebut. Apapun akan mereka lakukan, yang penting anaknya bisa masuk di sekolah tersebut. Bisa dibayangkan beratnya beban pihak sekolah menghadapi anak tersebut nantinya.
Jika sudah ada tanda-tanda anak yang bermasalah, biasanya saya pribadi akan melakukan berbagai tinjauan, bertanya kepada temannya semasa sekolah, lalu anak yang berdekatan tempat tinggal. Hampir bisa dipastikan akan bertemu titik masalahnya. Bahwa anak tersebut memang dilingkungan keluarganya juga tidak baik. Janganlah menyalahkan lembaga tempat anaknya dititipkan. Karena sekolah berasrama bukan panti rehabilitasi anak bermasalah. Jika memang niatnya sejak awal sudah salah, maka sampai kedepan akan tetap bermasalah.
Marilah kita belajar menjadi orang tua yang bisa menjadi contoh yang baik untuk anak-anak. Jangan lagi berteriak memberi contoh, tapi harus bisa menjadi contoh. Ingat. Anak adalah cerminan kedua orang tuanya. Jika cerminnya retak dan kotor berdebu, jangan bayangkan melihat wajah mulus dan bersih di depan cermin. Marilah kita berusaha dan berjuang menjadi cermin terbaik buat generasi penerus, anak keturunan kita. Agar lahir generasi hebat dan kuat karakternya.
***
~~ Mendalo Mas, 260225 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
